| dc.description.abstract | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara job insecurity dan moral
disengagement pada karyawan industri penyewaan alat berat. Partisipan terdiri dari 100
karyawan perusahaan penyewaan alat berat di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur,
dengan mayoritas berusia 23-27 tahun (59%), 66% laki-laki, dan 65% memiliki masa
kerja di atas satu tahun. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif
korelasional dengan instrumen Propensity to Morally Disengage Scale (Moore et al.,
2012) dan Job Insecurity Scale (De Witte, 2000). Hasil analisis korelasi Pearson
menunjukkan hubungan positif yang signifikan antara job insecurity dan moral
disengagement (r = .350, p < .001), mengindikasikan bahwa peningkatan
ketidakamanan kerja diikuti oleh peningkatan kecenderungan pelepasan moral.
Analisis tambahan menggunakan korelasi Spearman mengungkapkan bahwa dimensi
afektif job insecurity menunjukkan hubungan yang lebih kuat dengan moral
disengagement (rho = .381, p < .001) dibandingkan dimensi kognitif yang tidak
signifikan (rho = .188, p = .061). Kesimpulan menunjukkan bahwa respons emosional
terhadap ancaman kehilangan pekerjaan memiliki pengaruh lebih besar dalam memicu
pelepasan moral dibandingkan evaluasi kognitif, dengan implikasi praktis bahwa
intervensi organisasional perlu fokus pada pengelolaan aspek emosional
ketidakamanan kerja melalui program dukungan psikologis dan komunikasi
transparans organisasi. | en_US |