| dc.description.abstract | Ragamnya wacana sistem ekonomi dewasa ini, menarik perhatian penulis untuk mengetahui apakah negara Indonesia saat ini sedang menerapkan sistem ekonomi yang memiliki ciri khas tersendiri dan terpisah dengan sistem ekonomi dunia lainnya, yang oleh para ekonom bangsa ini biasa disebut dengan sistem ekonomi Pancasila, ataukah indonesia saat ini sedang mengadopsi dan mengikuti salah satu dari sistem ekonomi dunia, yaitu sistem ekonomi Kapitalisme, Sosialisme dan ekonomi campuran. Tumbuh berkembangnya wacana ekonomi Islam mengusik peneliti untuk mengetahui ekonomi Islam dalam tataran sistem, yang membuatnya sepadan dengan sistem ekonomi lainnya yang juga berbentuk sistem. Hizbut Tahrir adalah organisasi masyarakat Islam yang mengusung ide sistem ekonomi Islam dalam ranah politik, sebuah ide sistem ekonomi tandingan bagi sistem ekonomi Kapitalisme, Sosialisme maupun campuran yang juga dalam naungan sistem politik. Sebab ide utama yang diperjuangkan Hizbut Tahrir adalah negara Khilafah Islamiyah yang menuntut adanya sistem ekonomi didalamnya. Sehingga penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui sistem ekonomi Islam perspektif Hizbut Tahrir tersebut, yang kemudian diperbandingkan dengan sistem ekonomi Indonesia. Pembedaan sistem ekonomi Indonesia dan sistem ekonomi Islam perspektif Hizbut Tahrir tersebut diukur melalui masalah pokok ekonomi menurut pakar ekonomi klasik maupun modern, yaitu masalah sistem produksi, distribusi dan sistem konsumsi. Selain itu perbedaan juga diambil menurut sistem moneternya, kemudian juga oleh sebab perbandingan ekonomi dalam tataran sistem politik maka penilitian ini juga menyajikan perbandingan struktur APBN menurut perspektif keduanya. Hasil penelitian menyebutkan bahwa sistem ekonomi Islam perspektif Hizbut Tahrir berbeda sama sekali dengan sistem ekonomi Indonesia, baik dari sistem produksi, distribusi, konsumsi, sistem moneter maupun dari struktur APBN-nya. Adapun sistem ekonomi Indonesia yang sering disebut dengan sistem ekonomi Pancasila tampak bahwa indonesia menerapkan sistem ekonomi campuran, namun karakteristik sistem ekonomi campuran ini adalah terletak pada pandangan ekonomi rezim penguasanya. Apabila pandangan ekonomi penguasanya sedang ke arah salah satu sistem ekonomi tertentu, maka kebijakan ekonominya akan mengikuti pandangannya, dan mulai pada Orde Baru hingga era reformasi saat ini pandangan ekonomi Indonesia tampak condong ke arah Kapitalisme. | en_US |