| dc.description.abstract | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa sistem moneter internasional, khususnya tentang sistem Bretton Woods dalam Perspektif Maqashid al-Syariah, ditinjau dari dua sudut pandang : Faktor-faktor yang melatarbelakanginya dan dampaknya terhadap kondisi perekonomian dunia. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif, yaitu sebuah penelitian yang berusaha mengungkap keadaan yang bersifat ilmiah secara holistik. Dalam penulisan tesis ini, penulis menggunakan teknik pengumpulan data litereir atau library research (studi pustaka). Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Critical Discourse Analysis atau disingkat dengan CDA (analisis wacana). CDA merupakan bantuan dalam analisis berbasis bahasa-data. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan normatif, pendekatan kritis ekonomi-politik dan pendekatan historis. Hasil dari penelitian ini adalah : Faktor-faktor dominan yang terjadi pada masa Perang kedua II adalah tingginya fluktuasi nilai mata uang, ketidakpastian hubungan perdagangan internasional, ketidakseimbangan neraca pembayaran (Balance of payment) Negara, dan competitive devaluation di masing-masing Negara. Faktor-faktor tersebut yang menjadi pertimbangan dilahirkannya Sistem Bretton Woods, agar bisa mengantisipasi krisis keuangan global seperti terjadi pada periode sebelumnya Perang Dunia I yaitu, Beggar they neighbor policy. Dalam perspektif Maqashid al-Syariah, Sistem Bretton Woods memegang peranan penting kala itu dalam menjaga eksistensi al-kulliyât al-khams yang meliputi aspek agama (hifzu ad-din), jiwa (hifzu an-nafs), keturunan (hifzu an-nasl), akal (hifzu al-‘aql), dan harta (hifzu al-mal). | en_US |