| dc.description.abstract | Kaum perempuan dianggap sebagai korban ketidakadilan dalam berbagai bentuk dan aspek kehidupan, yang dilegitimasi oleh suatu tafsiran sepihak dan dikonstruksi melalui budaya dan syari'at. Mereka menganggap bahwa posisi kaum perempuan dalam kenyataan di masyarakat, tertindas oleh suatu sistem dan struktur gender, dan kesemua ketidakadilan tersebut sangat berkaitan dengan kesehatan reproduksi perempuan. Disebabkan oleh proses ketidakadilan berakar pada ideologi yang didasarkan pada keyakinan agama, maka upaya perjuangan ideologis adalah melakukan upaya rekonstruksi terhadap tafsir agama yang adil, sehingga perempuan mendapatkan hak-hak reproduksinya secara seimbang. Berkaitan dengan hal tersebut di atas, ada beberapa masalah yang hendak dicari jawabannya dalam penelitian ini. Bagaimana konsep pendidikan kesehatan reproduksi dalam Islam? Materi apa saja yang diberikan dalam pendidikan kesehatan reproduksi? Bagaimana peran pemerintah RI (Departemen Pendidikan Nasional dan Departemen Agama) dalam pendidikan kesehatan reproduksi?. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan yang bermanfaat bagi kalangan pendidik dan pengambil kebijakan untuk menjadi pertimbangan dalam pengembangan pendidikan kesehatan reproduksi di masa-masa selanjutnya. Secara akademis penelitian ini bermanfaat bagi peneliti-peneliti lain, untuk melakukan kajian yang lebih mendalam dan spesifik dalam masalah kesehatan reproduksi kaitannya dengan Islam. Dalam pengumpulan data yang menjadi obyek dari kajian ini adalah teks- teks Al-Qur'an dan Hadis, serta buku-buku yang ada kaitan dengan fokus kajian ini. Bahan-bahan tersebut dikumpulkan dan dianalisis dengan menggunakan analisis kualitatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan filosofis normatif, karena berangkat dari keyakinan bahwa agama Islam dengan seperangkat ajarannya merupakan agama yang mengatur seluruh aspek kehidupan masyarakat. Kemudian ajaran-ajaran Islam tersebut dipahami dengan maksud agar hikmah, atau inti ajarannya dapat dimengerti dan dipahami secara seksama. Tujuan pendidikan kesehatan reproduksi dalam Islam bukan hanya untuk membebaskan perempuan muslim saja, tetapi juga laki-lakinya dari struktur- struktur sosial dan pandangan keagamaan yang tidak adil, yang tidak memungkinkan hubungan yang setara antara laki-laki dan perempuan dalam kehidupan sosial, hukum, maupun keagamaan. Adapun aspek-aspek pendidikan kesehatan reproduksi dalam Islam meliputi: memilih pasangan, menikmati hubungan seksual, memiliki keturunan, menentukan kehamilan, merawat anak, dan menentukan perceraian. Dan kepada para pendidik dan pengambil kebijakan, pendidikan kesehatan reproduksi ini sudah saatnya diberikan baik melalui pendidikan formal maupun non-formal, sehingga dapat melahirkan generasi yang handal di masa-masa yang akan datang. | en_US |