Show simple item record

dc.contributor.authorTaufikurohman
dc.date.accessioned2026-04-09T03:47:08Z
dc.date.available2026-04-09T03:47:08Z
dc.date.issued2004
dc.identifier.urihttps://dspace.uii.ac.id/123456789/61302
dc.description.abstractDewasa ini para ekonom kontemporer mulai menyadari pentingnya kandungan nilai religius, moral dan humanisme pada sistem ekonomi yang dianutnya. Mereka sadar bahwa sistem yang ada tidak mampu menjamin keselamatan manusia di dunia, dan merindukan sistem ekonomi yang memiliki nilai-nilai kebenaran (logic), kebaikan (ethic), serta keindahan (estethic). Suatu system yang dapat membebaskan diri dari penindasan, penekanan, kemiskinan, kemelaratan dan segala bentuk keterbelakangan serta meluruskan aksi ekonomi dari karakter yang tidak manusiawi. Berdasarkan uraian di atas, masalah dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut: Bagaimana konsep Islam tentang ekonomi. Bagaimana konsep Islam tentang etika bagi pelaku ekonomi. Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah: Untuk mengetahui konsepsi Islam tentang perekonomian, dan untuk mengetahui konsep Islam mengenai etika ekonomi. Kegunaan penelitian ini diharapkan dapat: Memberikan kejelasan pada masyarakat tentang ajaran-ajaran Islam yang berkaitan dengan perilaku ekonomi dalam rangka pemenuhan hajat hidup sehari-hari. Memberikan pengetahuan kepada masyarakat, tentang betapa Islam mengedapankan akhlak atau etika dalam setiap perilaku manusia termasuk di dalamnya perilaku berekonomi. Menambah khazanah ilmu pengetahuan, khususnya dalam ilmu ekonomi Islam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah, deskriptif, komparatif dan analitis. Pendekatan filosofis yang dalam penelitian ini terdiri atas analisis lingusitik, yaitu untuk mengetahui makna yang sesungguhnya tentang konsepsi ekonomi yang ber-etika dalam Islam. Adapun pendekatan normatif diharapkan dapat menjelaskan konsep-konsep Islam tentang ekonomi yang beretika. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini, bahwa; Ekonomi Islam merupakan ilmu pengetahuan sosial yang mempelajari maslah-masalah ekonomi rakyat yang diilhami oleh nilai-nilai Islam, tapi bukan berarti bahwa kaum muslimin tidak di perkenankan untuk mempelajari masalah-masalah ekonomi non muslim. Islam juga tidak memisahkan agama dengan Negara, materi dengan spiritual; sebagaimana halnya yang dilakukan Eropa dengan konsep skulerismenya. Begitupula Islam berbeda dengan konsep kapitalisme yang memisahkan akhlak dengan ekonomi. Manusia muslim individu, maupun kelompok, dalam lapangan ekonomi atau bisnis, di satu sisi memberi kebebasan untuk mencari keuntungan yang sebesar-besarnya, namun disisi lain, ia terikat dengan iman dan etika sehingga ia tidak bebas mutlak dalam menginvestasikan modalnya atau membelanjakan hartanya.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectKonsep Ekonomien_US
dc.subjectEtika Ekonomien_US
dc.subjectEkonomi Islamen_US
dc.titleTelaah atas Konsep Ekonomi dan Etika Ekonomi dalam Sistem Ekonomi Islamen_US
dc.typeThesisen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record