| dc.description.abstract | Sikap adalah suatu kecenderungan untuk melakukan suatu respon dengan cara-cara tertentu terhadap dunia sekitarnya. Karena sikap seseorang akan sangat dipengaruhi oleh kondisi maupun situasi yang terjadi, sangat mungkin sikap seseorang akan berbeda pada kondisi dan situasi yang berbeda. Kecenderungan tersebut bisa mengarah pada hal-hal yang positif maupun negatif. Dalam budaya jawa, guru sering diartikan digugu lan ditiru, bukan malah sebaliknya dengan diartikan wagu tur saru. Artinya dalam pribadi seorang guru terdapat akhlaqul karimah yang dapat diikuti apa yang diucapkan dan dilakukan serta dapat menjadi contoh bagi orang lain. Pertanyaan yang hendak dicari jawabannya dalam penelitian ini adalah: Bagaimana sikap sosial guru Madrasah Ibtidaiyah Negeri Kebonagung Kabupaten Bantul. Dari penelitian ini diharapkan dapat mengetahui sikap sosial guru Madrasah Ibtidaiyah Negeri Kebonagung Kabupaten Bantul, baik sikap sosial positif maupun sikap sosial negatif. Pendekatan penelitian yang penulis gunakan adalah pendekatan kualitatif dengan menggunakan jenis penelitian etnometodologi. Prosedur penelitian etnometodologi berupa analisis percakapan dan interaksi. Adapun teknik pengumpulan data yang utama adalah dengan wawancara dan juga observasi serta dokumentasi sebagai data pendukung. Untuk menguji validitas data, peneliti melakukannya dengan cara triangulasi, yakni triangulasi sumber dan triangulasi metode. Berdasarkan hasil penelitian bisa penulis simpulkan bahwa sikap sosial yang harus dimiliki guru Madrasah Ibtidaiyah Negeri Kebonagung Kabupaten Bantul meliputi: tanggap membaca situasi, peduli, memahami karakter orang lain, dan loyal terhadap sekolah/madrasah. Adapun sikap sosial yang harus dihindari oleh setiap guru Madrasah Ibtidaiyah Negeri Kebonagung Kabupaten Bantul meliputi: tenggang rasa (negatif), egois, cuek dengan keadaan, dan tidak bisa menjadi uswah. | en_US |