Perbedaan Sikap Mahasiswa STAIYO yang Berlatar Belakang Pendidikan MA dengan SMA Terhadap Jabatan Guru
Abstract
Latar belakang pengalaman dan pengetahuan seseorang akan berpengaruh terhadap sikap dan tanggapan terhadap apa yang dilihat, apa yang diketahui dan apa yang didengar, sedangkan pengalaman dan pengetahuan seseorang tersebut dapat diperoleh melalui proses pendidikan. Hal inilah yang memungkinkan sikap seseorang berbeda dalam menanggapi suatu masalah. Mahasiswa STAIYO/STITY Wonosari angkatan tahun 2011/2012 pada saat penelitian ini menginjak tahun kuliah kedua atau semester empat, sehingga sudah cukup lama kuliah dan memperoleh Ilmu Keguruan di kampusnya. Walaupun latar belakang pendidikan mahasiswa berbeda, dimungkinkan mahasiswa tersebut mempunyai sikap yang sama terhadap jabatan guru, karena sudah mempunyai kedudukan dan tujuan yang sama yaitu sebagai calon guru PAI (Pendidikan Agama Islam) di sekolah. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian Quota Purposive Random Sampling, kemudian datanya dianalisis dengan l-les. Kesimpulannya adalah mahasiswa yang berasal dari SMA lebih baik daripada Madrasah Aliyah dalam hal sikapnya terhadap jabatan guru. STAIYO STITY Wonosari sebagai lembaga pendidikan tinggi yang bertugas mendidik calon guru, perlu memahami mahasiswanya apakah mereka benar-benar ingin menjadi guru dan bagaimana sikapnya terhadap jabatan guru yang akan mereka duduki. Hal ini telah ditekankan oleh pemerintah bahwa bagi setiap lulusan dari pendidikan guru harus mau menjadi guru. Lebih-lebih sekarang ini dengan adanya sertifikasi guru nampaknya para lulusan SMTA sangat tertarik menjadi guru. Dengan demikian maka mahasiswa STAIYO/STITY Wonosari sebagai calon guru hendaknya bersikap positif dan mencintai profesi guru karena syarat bagi seorang guru yang baik terutama adalah sikap yang baik terhadap jabatan guru.
Collections
- Master of Islamic Studies [1637]
