| dc.description.abstract | Studi ini membahas analisis manajemen kepala madrasah dalam meningkatkan mutu pendidikan lembaga ditinjau dari aspek input, proses, dan output. Pada era MBS dewasa ini, eksistensi kepala madrasah sebagai titik pusat dan penentu irama madrasah, dituntut berperan riil di tengah heterogenitas masyarakat yang majemuk-kritis atas pilihan pendidikan anaknya. Lembaga pendidikan formal bernuansa Islami dipandang solusi tepat menjawab tantangan pendidikan masa depan. Salah satu lembaga yang eksis menjawab problematika tersebut adalah MTs Plus Raden Paku Trenggalek. Hal ini tidak lepas dari manajerial kepala madrasah yang profesional, visioner, moderat, dinamis dan menciptakan iklim kerja kondusif dalam pencapaian visi, misi dan tujuan lembaga. Keberhasilan madrasah identik dengan keberhasilan kepala madrasah. Adapun tujuan dari penelitian sebagaimana jawaban rumusan masalah adalah membahas dan mendeskripsikan permasalahan analisis manajemen kepala madrasah, sehingga memperoleh gambaran tentang: 1) Keadaan dan mutu pendidikan di MTs ditinjau dari input, proses dan output 2) Manajemen kepala madrasah dalam meningkatkan mutu pendidikan dari aspek kurikulum, guru, siswa dan sarana. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif eksploratif dengan pendekatan kualitatif prosentase. Subyek terdiri 1 kepala madrasah, 9 guru dan 24 siswa. Pengumpulan data dengan tehnik wawancara, observasi, studi dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis dengan reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan, melalui tahap pra lapangan, lapangan dan pelaporan. Dari penelitian disimpulkan bahwa: 1) Keadaan dan mutu pendidikan di MTs berada di atas standar rata-rata lembaga di wilayah Trenggalek, berkategori plus, menjadi alternatif favorit masyarakat. Input diambil kebijakan setiap peneriman siswa baru diseleksi melalui berbagai jalur, yakni tes jalur umum, peringkat nilai UASBN, dan penelusuran minat dan bakat (agama, seni dan olahraga). Pembelajaran dilaksanakan dengan kolaborasi kurikulum Kementerian Agama, Kementerian Pendidikan Nasional dan kurikulum terintegrasi Pondok Pesantren Modern (bahasa) dan Salafiyah (Aqidah Akhlak, Nahwu Shorof). Output rata-rata lulus 100%, mayoritas melanjutkan ke jenjang lanjutan favorit. 2) Manajemen kepala madrasah menerapkan MBS berfokus pada empat aspek. Aspek kurikulum berwujud implementasi KTSP dalam pengajaran, pendalaman materi mata pelajaran prioritas Mafikkib/ UAN, pengadaan kelas unggulan. Aspek guru berwujud penyesuaian tenaga pengajar sesuai bidangnya, pemberdayaan MGMP, dorongan studi S2. Aspek siswa berwujud les mata pelajaran umum, pemberian conversation mufrofad, beasiswa bagi siswa berprestasi. Aspek sarana berwujud penggunaan alat dan media pelajaran umum terpadu, rehabilitasi gedung berkala dan pemasangan jaringan internet. Dari kesimpulan direkomendasikan pada beberapa pihak. Kepala madrasah hendaknya berupaya mempertahankan strategi kepemimpinan dan manajemen dengan inovasi baru, perancangan Rintisan Madrasah Berstandar Internasional (RMBI) dan akses kerjasama luar negeri (Timur Tengah). Yayasan Pondok Pesantren Modern, memperjelas pendelegasian kewenangan manajemen MTs. Orang tua, agar selektif dan kontrol aktif menyekolahkan anak, mengadakan mediasi kerjasama dengan madrasah dan yayasan. Kepada intansi terkait (Kementerian Agama, Kementerian Pendidikan Nasional dan stakeholder lain) agar memberikan bantuan, pembinaan dan kontrol mutu lembaga secara berkesinambungan | en_US |