Etos Kerja Entrepreneur Muslim Suku Bugis di Kabupaten Nunukan Kalimantan Timur
Abstract
Tesis ini berangkat dari teori Marx Weber yang mengatakan bahwa agama Islam mempunyai etos kerja cacat dan anti rasionalisasi. Padahal Islam dalam doktrin ajarannya selalu menganjurkan kepada umatnya untuk selalu berusaha dan bekerja keras disamping tidak melupakan ibadah. Islam mempunyai dimensi komprehensif antara dimensi sosial dan dimensi spiritual, dimana Islam tidak hanya mengandung doktrin-doktrin tentang ibadah saja, namun juga meliputi aspek-aspek dalam budaya kehidupan manusia, termasuk dalam hal berusaha dan bekerja keras, seperti yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW. Nunukan Kalimantan Timur mayoritas penduduknya Suku Bugis dan beragama Islam bahkan di kenal fanatik dalam menjalankan syari'at Islam. Selain di temukan gaya hidup santai dan ada juga orientasi nilai yang berkenaan dengan makna hidup. Pada Suku Bugis Nunukan ini memiliki watak dagang, ini terlihat pada suku tersebut yang telah merantau bertahun-tahun di daerah ini. Keberhasilan orang-orang Bugis sebagai pengusaha diperantauan menarik untuk dikaji lebih mendalam guna melihat jauh hubungan yang mengerti agama dan etos kerja yang sangat tinggi. Jenis penelitian ini merupakan penelitian lapangan. Dipilih Kabupaten Nunukan sebagai lokasi penelitian didasarkan pada pertimbangan, bahwa tempat ini menjadi pusat transportasi yang sangat mudah ke negri Jiran. Sehingga Suku Bugis sangat kreatif memiliki inisiatif untuk berdagang dan menjadi warga di Kabupaten Nunukan, bahkan lebih sukses dibanding dengan daerah asal. Sumber data penelitian ini adalah entrepreneur muslim Suku Bugis. Sekaligus diperoleh melalui wawancana semi-structured, disamping itu data diperoleh melalui pengamatan pada aktivitas usaha dan juga partisipant observation guna mendalami aspek-aspek tertentu yang berkaitan tentang etos kerja entrepreneur muslim Suku Bugis. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan normative-cultural. Analisis data dilakukan secara deskriptif-kualitatif yang dilakukan dengan memaparkan penyusunan data dari hasil observasi, wawanrana dan dokumentasi berdasarkan kategorisasi dengan masalah penelitian. Hasil dari penelitian memperlihatkan bahwa faktor yang mempengaruhi etos kerja entrepreneur muslim Suku Bugis di Kabupaten Nunukan, yaitu agama, budaya, perantau, dan motivasi. Faktor yang menjadi landasan utama sebagai gerak langkah mereka adalah faktor budaya, ini menjadi sebuah dorongan dalam memenuhi kehidupan mereka. Dalam arti mulai dari nenek moyang Suku Bugis yang dikenal dengan watak merantau, watak dagang pun sangat melekat pada budaya mereka. Istilah dari mereka "hanya orang malas dan bodoh saja yang tidak mau bekerja dengan ulet". Penelitian menjawab bahwa mengkaji ekonomi Islam tidak hanya pada aspek normatifnya, melainkan juga pada aspek kebudayaan pada masyarakat. Ini terbukti pada mayoritas Suku Bugis di Kabupaten Nunukan dalam meningkatkan produktivitas. Rukun Islam dan Rukun Iman serta wawasan moral agama menjadi intrepretasi utama yang mendasari perilaku ekonomi mereka, dan ini terlihat dari indikator ciri-ciri etos kerja mereka yaitu keinginan akan pengakuan, keinginan akan posisi, keinginan akan kekuasaan, memperhitungkan keberhasilan dan kesesuaian dengan tugas. Disamping itu ditemuan lain memperlihatkan semangat kerja yang tinggi mendorong mereka untuk mencapai keberhasilan dalam berusaha.
Collections
- Master of Islamic Studies [1637]
