| dc.description.abstract | Menghafal Al Quran adalah pekerjaan yang amat mulia. Orang yang hafal Al Quran itu telah melalui proses dari awal belajar huruf-huruf hijaiyyah, lalu kata per- kata, kalimat per-kalimat, dari juzu' satu (1) hingga juzu' tiga puluh (30). Proses itu memakan waktu yang cukup panjang, minimal 3 tahun. Para penghafal Al Quran juga dipilih oleh Alloh SWT sebagai hamba-hamba penjaga kemurnian Al Quran. Sebab jika ada yang ingin merubah ayat-ayat Al Quran, mereka-lah yang lebih dahulu mengetahui dan kemudian meluruskannya kembali. Model pembelajaran tahfidh antara pondok pesantren satu dengan yang lain tidak sama, Problem yang dihadapi oleh para hafidh/hafidhoh juga bervariasi. Hafalan cepat, tanpa lagu murottal serta tanpa pengetahuan arti ayat yang dihafal adalah ciri khas kebanyakan para hafidh/hafidhoh. 90% dari para hafidh/hafidhoh seperti itu, dan yang 10% bisa menghafal dengan lambat (tartil) memakai lagu murottal yang baik dan mempunyai pengetahuan terhadap arti dan makna apa yang dihafal. Penyebab lupa banyaklah ragamnya. Karena perbuatan dosa kecil apalagi dosa besar, pengaruh keadaan fisik dan psikis para hafidh/hafidhoh dan pengaruh lingkungan dimana mereka berada. Menonton TV, Film, Video, mendengarkan radio, membaca surat kabar dan lain sebagainya, merupakan penghambat bagi santri dalam proses tahfidh, dan berpengaruh besar terhadap kelestarian hafalan Al Quran bagi para hafidh/hafidhoh. | en_US |