Show simple item record

dc.contributor.authorPangiuk, Ambok
dc.date.accessioned2026-04-07T07:07:53Z
dc.date.available2026-04-07T07:07:53Z
dc.date.issued2001
dc.identifier.urihttps://dspace.uii.ac.id/123456789/61272
dc.description.abstractJalan Malioboro Yogyakarta dikenal sebagai sentral lalu lintas yang sangat ramai, peranan Malioboro sebagai operasional perdagangan yang memiliki berbagai macam aktivitas dari para pedagang kaki lima. Melihat keberadaan jalan Malioboro yang kompleks mulai dari pedagang partai besar sampai kepada pedagang kecil, lebih khusus pedagang kaki lima yang sering disebut dengan industrialisasi yang bergerak di bidang sektor informal. Dari berbagai aktivitas yang dilakukan oleh mayoritas para pedagang kaki lima, umumnya mereka melakukan kegiatan hanya termotivasi kuat untuk memenuhi segala tuntutan dan kebutuhan hidup keluarga. Adanya tuntutan hidup semakin tajam, persaingan lapangan kerja semakin sempit, dan semakin membuat mereka terbentur dengan segala pemenuhan kebutuhan. Keterbatasan modal, bekerja mengadu nasib dan unsur menanti pekerjaan yang layak. Hal ini membawa konsekuensi bagi berbagai upaya yang dilakukan oleh pedagang kaki lima, pada akhirnya kecenderungan tanggung jawab mereka semakin besar untuk bekerja. Mereka menjadikan kegiatan sebagai pedagang kaki lima adalah salah satu alternatif di dalam mewujudkan keinginan dan pekerjaan yang ditinggalkan secara turun-temurun. Pekerjaan sebagai pedagang kaki lima merupakan pekerjaan pokok dari mayoritas pedagang kaki lima, dan bukan sebagai pekerjaan sampingan. Kegiatan perdagangan dan praktek ritual keagamaan merupakan fenomena sosial yang sangat kompleks. Nilai-nilai moral dan etika ikut mempengaruhi dalam berbagai macam aktivitas wacana bisnis. Realitas semakin jelas dengan desakan kebutuhan ekonomi, hampir menyita seluruh waktu untuk berusaha dan bekerja. Mayoritas para pedagang kaki lima ternyata masih sempat melakukan praktek ritual keagamaan, dan bukanlah yang mendasar menggeluti pekerjaannya semata. Hal demikian membawa pengaruh bagi perkembangan dan pertumbuhan kepribadian pedagang kaki lima. Maka praktek ritual keagamaan dan kegiatan dengan berdagang, sangat tergantung kepada tantangan psikologis individu, terlibat dan terbebani atau tidak dalam mempertimbangkan setiap keputusan yang diambil. Dengan fungsi agama dapat memberikan kontribusi yang berpengaruh di dalam kegiatan berdagang, guna menciptakan kesinambungan perdagangan yang mengandung nilai-nilai moral dan etika bisnis yang bersih.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectPrakteken_US
dc.subjectRitual Keagamaanen_US
dc.subjectMotivasien_US
dc.subjectKegiatan Dagangen_US
dc.subjectPedagang Kaki Limaen_US
dc.subjectJalan Malioboro Yogyakartaen_US
dc.titlePraktek Ritual Keagamaan dan Motivasi Kegiatan Dagang (Studi Kasus Pedagang Kaki Lima Jalan Malioboro Yogyakarta)en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM9901038


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record