Show simple item record

dc.contributor.authorJaenudin
dc.date.accessioned2026-04-06T05:38:00Z
dc.date.available2026-04-06T05:38:00Z
dc.date.issued2007
dc.identifier.urihttps://dspace.uii.ac.id/123456789/61246
dc.description.abstractPenelitian ini bertujuan untuk mencermati dinamika sistem pendidikan di pondok pesantren Kebon Jambu dalam hubungannya dengan modernisasi pendidikan. Di samping itu, penelitian ini juga mengungkapkan berbagai pengaruh yang ditimbulkan sebagai akibat dari modernisasi pendidikan dan mengungkap langkah-langkah yang dilakukan pihak Pondok Pesantren Kebon Jambu terkait dengan antisipasi dari pengaruh negatif modernisasi pendidikan. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif, dengan subyek penelitian, kyai, ustadz, pengurus dan santri. Pemilihan pondok pesantren Kebon Jambu sebagai setting penelitian didasarkan pada pelaksanaan kegiatan kepesantrenan yang bercirikan tradisional-salafiyah di era saat ini yang tengah dihadapkan pada pengaruh modernisasi di bidang pendidikan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi, dan dianalisis menggunakan model analisis data kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa; Pertama, ada tiga variasi sistem pendidikan, (a) pengajian ba'da shalat wajib yang diperuntukkan bagi seluruh santri dengan metode sorogan dan bandongan; (b) Madrasah Tahsinul Akhlak Salafiyah (MTAS), yang diperuntukkan bagi kalangan santri-santri yang tidak sekolah formal; (c) pendidikan dan ketrampilan kokurikuler yang memberikan perhatian pada upaya membekali santri dengan kemampuan penguasaan seni qiraatul qur'an, shalawat, dekorasi/kaligrafi, dan pencaksilat PTSG. Kedua, proses modernisasi pendidikan di Indonesia dalam kenyataannya telah mempengaruhi tradisionalisme pesantren di pondok pesantren Kebon Jambu, terutama dalam bidang pendidikan. Ada dua program pemerintah yang nota bene menjadi bagian dari proses modernisasi pendidikan yang diselenggarakan di pondok pesantren ini, yaitu program Wajar Dikdas dan Kejar Paket C yang pelaksanaannya disatukan di MTAS. Di samping dua program ini, kursus bahasa Inggris telah menjadi materi tambahan bagi santri-santri. Ini dilakukan, sebagai upaya membantu dan memfasilitasi santri dan masyarakat sekitar untuk ikut membantu mensukseskan program pemerintah. Ketiga, antisipasi yang dilakukan pondok pesantren Kebon Jambu terhadap pengaruh modernisasi pendidikan dan bahkan globalisasi, antara lain; a) meneguhkan sistem pendidikan dan pembelajaran yang berorientasi pada pendidikan kepribadian santri yang berakhlakul karimah. Melalui literatur keislaman tradisional, pendidikan di pesantren ini berpijak pada penguasaan keilmuan terapan Islam, (fiqh, akhlak dan tasawuf) untuk diamalkam dalam kehidupan keseharian; b) mengintensifkan budaya pendidikan pesantren yang dicirikan dengan metode sorogan, bandongan dan musyawarah (bahs al-masail), sebagai upaya meneruskan warisan tradisi ulama salaf; c) memberikan ketrampilan santri dengan kegiatan kependidikan yang berorientasi pada kokulikuler dan mengkondisikan santri untuk selalu membaca media massa, seperti membaca surat kabar harian Media Indonesia yang disediakan oleh pondok pesantren.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectDinamikaen_US
dc.subjectSistemen_US
dc.subjectPendidikan Pesantrenen_US
dc.titleDinamika Sistem Pendidikan Pesantren (Studi di Pondok Pesantren Kebon Jambu Babakan Ciwaringin Cirebon Jawa Barat)en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM04913102


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record