| dc.description.abstract | Pondok Pesantren Nurul Ummah yang masih dikategorikan Pesantren Salafiyah, namun dalam perkembangannya menjadi Kholafiyah dan bahkan banyak santrinya yang sekolah di luar Pesantren, inilah yang mendorong penulis untuk mengadakan penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mencermati dinamika sistem pendidikan di Pondok Pesantren Nurul Ummah dalam hubungannya dengan modernisasi pendidikan. Di samping itu, penelitian ini juga mengungkapkan berbagai pengaruh yang ditimbulkan dari modernisasi pendidikan dan mengungkap langkah-langkah yang dilakukan Pondok terkait antisipasi pengaruh modernisasi pendidikan. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif, dengan subyek penelitian, kyai, ustadz, pengurus dan santri. Pemilihan pondok pesantren sebagai setting penelitian didasarkan pada kegiatan pesantren yang bercirikan tradisional-salafiyah di era saat ini yang tengah dihadapkan pada pengaruh modernisasi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan dianalisis menggunakan model analisis data kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: Pendidikan di Pondok Pesantren Nurul Ummah diorientasikan pada pembentukan kepribadian santri sebagai manusia yang berakhlakul karimah. Ada tiga sistem pendidikan dan pembelajaran di pondok pesantren Nurul Ummah; (a) Pengajian ba'da shalat isya yang dilakukan dengan metode sorogan; (b) Madrasah Diniyah Nurul Ummah (MDNU), untuk pengembangan keilmuan tradisional Islam; (c) Pendidikan dan ketrampilan kokulikuler yang memberikan perhatian pada upaya membekali pendidikan santri dengan kemampuan pada penguasaan salah satu ketrampilan, meliputi antara lain; seni qiraatul qur'an, shalawat, dekorasi/kaligrafi; Sebagai pesantren yang bercirikan salaf, pondok pesantren Nurul Ummah dianggap akomodatif terhadap perkembangan zaman. | en_US |