• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Thesis
    • Master of Islamic Studies
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Thesis
    • Master of Islamic Studies
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Eksistensi Manusia Sebagi Khalifah dan Implikasinya dalam Pendidikan (Analisis Ilmu Pendidikan Islam)

    Thumbnail
    View/Open
    202036.pdf (12.00Mb)
    Date
    2006
    Author
    Sopyudin, Ade Yuyun
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Penelitian ini untuk menggambarkan tentang eksistensi manusia sebagai khalifah di muka bumi ini menurut pandangan Islam, konsep pendidikan menurut pandangan Islam dan implikasinya dalam pendidikan. Tiga pokok masalah tersebut dipilih sebagai fokus penelitian mengingat masalah tersebut merupakan faktor-faktor penting yang mempengaruhi dalam pembentukan manusia seutuhnya. Manusia sebagai makhluk ciptaan Allah memiliki dua tugas utama yaitu sebagai khalifah fil ard dan sebagai abdullah. Metode yang digunakan dalam deskriptif analisis dengan pendekatan kualitatif. Tahap-tahap penelitian dilakukan dengan menyusun kerangka pemikiran dalam pembahasan, menyusun konsep-konsep (teori) yang bersumber dari pemikiran para ulama dan ahli pendidikan baik Islam maupun barat yang berkaitan dengan pembahasan, mengumpulkan data-data yang berhubungan dengan fokus masalah dan menganalisa landasan teori dan konsep-konsep tersebut, dan kemudian merumuskan kembali menjadi suatu kesatuan yang utuh. Dari hasil analisis diperoleh kesimpulan bahwa manusia memiliki dua tugas utama di muka bumi ini, yaitu sebagai khalifah dan abdullah. Tugas manusia sebagai “abdullah” merupakan realisasi dari mengemban amanah dalam arti memelihara beban dan tugas-tugas kewajiban dari Allah yang harus dipatuhi, kalimat la ilaha illa Allah atau kalimat tauhid dan atau ma’rifah kepada Allah. Sedangkan tugas sebagai khalifah Allah merupakan realisasi dari mengemban amanah dalam arti memelihara, memanfaatkan atau mengoptimalkan penggunaan segala anggota badan, alat-alat potensial atau potensi-potensi dasar manusia, guna menegakkan keadilan, kemakmuran dan kebahagiaan hidup. Manusia sebagai khalifah dan abdullah (hamba Allah) merupakan kesatuan yang menyempurnakan nilai kemanusiaannya sebagai makhluk yang memiliki kebebasan berkreasi dan sekaligus menghadapkannya kepada tuntutan kodrat yang menempatkan posisinya kepada keterbatasan. Dalam pandangan Islam pendidikan merupakan salah satu formula alternatif yang dipilih manusia untuk membantu proses peradaban, karena pendidikan memiliki fungsi; pertama, pendidikan difungsikan sebagai proses sosialisasi yakni memasyarakatkan nilai-nilai, ilmu pengetahuan dan keterampilan dalam kehidupan. Kedua, pendidikan difungsikan sebagai proses perkembangan; yakni upaya pengembangan potensi manusia secara maksimal untuk diwujudkannya dalam kehidupan yang kongkrit. Hakikat manusia dengan sebutan, kedudukan, potensi yang dimilikinya, memberikan implikasi tersendiri terhadap teori-teori pendidikan. Implikasi pertama, berkaitan dengan visi dan orientasi pendidikan bahwa sesuai dengan potensi fitriyah yang dimiliki manusia, teori pendidikan harus dibangun untuk dapat mengoptimalisasikan potensi (fitrah) manusia selaku peserta didik secara keseluruhan. Pendidikan tidak semata-mata diarahkan kepada upaya pembunuhan dan pengembangan manusia secara jasmantyah. Demikian juga pendidikan bukan hanya diarahkan pada pengayaan aspek rohaniyah yang semata-mata mengajar tujuan normatif. Akan tetapi pendidikan harus diarahkan secara sistemik, simultan dan relasional yang dikembangkan dalam kerangka keutuhan nafsaniyah manusia, sesuai dengan fitrahnya. Implikasi kedua, berkaitan dengan tujuan (ultimate goal) pendidikan. Tujuan pendidikan harus diarahkan pada pencapaian pertumbuhan akhlak dan kepribadian yang seimbang, prototype pribadi manusia yang mampu menjalankan tugas-tugas sebagai abdullah dan khalifah. Sebagai khalifah, ia adalah makhluk yang bebas dan kreatif, dan sebagai abdullah, ia adalah makhluk yang tunduk dan patuh kepada Tuhan. Dengan pandangan yang terpadu ini maka tujuan pendidikan tidak akan mengarahkan kepada bentuk-bentuk perbuatan yang bertentangan dengan kehendak Tuhan. Oleh karena itu, rumusan tujuan pendidikan bersifat komprehensif, paling tidak mencakup empat aspek, yaitu: (a) ahdaf al-jismiyah, (b) ahdaf al-ruhaniyah wa al-diniyah, (c) ahdaf al-aqliyah, dan (d) Ahdaf al-ijtimaiyah. Implikasi ketiga, pada muatan kurikulum pendidikan. Karena manusia dipahami memiliki potensi yang terangkum dalam kedudukannya sebagai khalifah dan abdullah dengan bekal potensi fitrah-nya, maka muatan kurikulum pendidikan harus dapat melingkupi seluruh potensi tersebut.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/123456789/61207
    Collections
    • Master of Islamic Studies [1637]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV