Pola Kepemimpinan Islam Pada Perbankan Syari'ah (Studi Kasus di Bank Kaltim Syariah (BPD) Cabang Balikpapan)
Abstract
Dilatarbelakangi keberhasilan pemimpin dalam mencapai tujuan tidak lepas dari interaksi pemimpin dengan bawahannya. Kemampuan berinteraksi dan mempengaruhi mencakup upaya memandu, mendorong dan memfasilitasi orang lain dalam rangka mencapai tujuan dengan menggunakan cara-cara tertentu. keberhasilan pemimpin dalam mencapai tujuan tidak lepas dari interaksi pemimpin dengan bawahannya. Dalam Islam, kepemimpinan selalu erat terkait dengan tanggung jawab. Tanggung jawab (Mas'uliyah) didasarkan atas kewenangan (shalahiyah) serta hak pengambilan keputusan (taqrir) yang diamanatkan kepada seorang pemimpin. Namun, sisi ideal yang memang diharapkan, namun sisi lain apa yang menjadi kenyataannya masih banyak perbankan syari'ah yang belum menerapkan konsep kepemimpinan sebagaimana yang diharapkan. Peneliti dalam penelitian ini berupaya untuk mencari pola kepemimpinan pada Bank Kaltim Syariah dengan menekankan pada pola kerja kepemimpinan pada Bank Kaltim Syariah Cabang Balikpapan, cara kerja, sekaligus apa yang menjadi tantangan dan hambatan dari pola kepemimpinan pemimpin Bank Kaltim Syariah tersebut. Dengan menggunakan penelitian kualitatif deskriptif peneliti ini menjelaskan studi kasus kepemimpinan yang telah dilakukan Bank Kaltim Syariah Cabang Balikpapan. Hasilnya pola kepemimpinan perbankan syariah di Bank Kaltim Syariah Cabang Balikpapan adalah demokratis partisipatif. Kepemimpinan ini dapat dilihat dari sikap dari pemimpin yang membuat kondisi dan situasi yang mendorong bawahan untuk termotivasi dalam mengeluarkan pendapat atau masukan begitu memberikan kesempatan bagi karyawan untuk menunjukkan prestasi kerjanya.
Implikasi pelaksanaan pola kepemimpinan Islam tersebut terhadap perbankan syari'ah khususnya di Bank Kaltim Syariah Cab. Balikpapan dapat dilihat dari 1) pemimpin yang mau tidak mau dan siap tidak siap menghadapi ujian atau tantangan 2) pemimpin yang bersifat menghargai perbedaan dengan lebih mengedepankan 'dinamika kerja, inspirasi dan inovasi 3) pemimpin juga menghargai keahlian dengan menitikberatkan aspek kelebihan seseorang daripada mempersoalkan kekurangan 4) pemimpin juga harus mampu menjaga silahturahmi dengan menjalin kerjasama dan kekompakan sebagai suatu bagian kebersamaan 5) pemimpin harus memiliki etika dengan menjaga keharmonisan etika bisnis syariah dalam kegiatan perbankan syari'ahnya. Adapun yang menjadi hambatan dan tantangan pola kepemimpinan Islam dalam perbankan syari'ah khususnya di Bank Kaltim Syariah Cab. Balikpapan adalah 1) tuntutan dari manajemen Bank Kaltim yang terlalu tinggi dalam pencapaian target 2) pemahaman akan kebutuhan dan mendesaknya sdm dengan budaya pembelajaran secara konsisten dan berkesinambungan belum dilakukan 3) posisi sebagai unit usaha syariah yang belum melakukan spin off menyulitkan untuk dalam rotasi pegawai.
Collections
- Master of Islamic Studies [1637]
