Minat Pegawai Negeri Sipil Terhadap Produk Pembiayaan Murabahah Perbankan Syariah (Studi Kasus Pada PNS di Lingkungan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAIN) Pekalongan)
Abstract
Riba bukan hanya persoalan masyarakat Islam, tapi berbagai kalangan di luar Islam pun memandang serius persoalan riba. Kajian terhadap masalah riba dapat dirunut mundur hingga lebih dari 2.000 tahun silam. Masalah riba telah menjadi bahasan kalangan Yahudi, Yunani, demikian juga Romawi, Kalangan Kristen dari masa ke masa juga mempunyai pandangan tersendiri mengenai riba. Dalam penelitian ini, penulis ingin mengetahui bagaimana kecenderungan minat para Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan STAIN Pekalongan terhadap keputusan untuk membeli atau memanfaatkan produk pembiayaan Murabahah pada Perbankan Syariah, dan bagaimana pengaruh minat dari para Pegawai Negeri Sipil di STAIN Pekalongan tersebut terhadap pemanfaatan produk pembiayaan Murabahah Perbankan Syariah. Karena minat merupakan kunci utama untuk mau memilih dan menggunakan produk bank syariah, dan karena STAIN Pekalongan terdiri atas pegawai negeri sipil beragama Islam, dan mengetahui adanya bank syariah serta diharamkannya transaksi yang berbau riba, maka minat para PNS dilingkungan STAIN Pekalongan terhadap produk perbankan syariah perlu diteliti. Di Indonesia pelopor perbankan syariah adalah Bank Muamalat Indonesia. Berdiri tahun 1991, bank ini diprakarsai oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan pemerintah serta dukungan dari Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) dan beberapa pengusaha muslim. Bank ini sempat terimbas oleh krisis moneter pada akhir tahun 90-an sehingga ekuitasnya hanya tersisa sepertiga dari modal awal. IDB kemudian memberikan suntikan dana kepada bank ini dan pada periode 1999-2002 dapat bangkit dan menghasilkan laba. Saat ini keberadaan bank syariah di Indonesia telah di atur dalam Undang-undang yaitu UU No. 10 tahun 1998 tentang Perubahan UU No. 7 tahun 1992 tentang Perbankan. Dengan menggunakan pedekatan normatif dan sosiologis, dan dengan metode wawancara dan kuesioner, serta dengan analisis regresi linier sederhana, maka dalam penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa minat pegawai negeri sipil di lingkungan STAIN Pekalongan terhadap produk pembiayaan murabahah pada perbankan syariah secara umum tergolong dalam kategori sedang yaitu sebesar 84%. Sedangkan yang masuk kategori minat tinggi sebesar 9% dan yang berminat rendah hanya 7%. Pegawai negeri sipil yang mempunyai minat tinggi terhadap produk perbankan syariah lebih cenderung memilih produk tabungan, sedangkan yang memilih produk pembiayaan murabahah perbankan syariah justru pegawai negeri sipil yang mempunyai minat rendah. Hal ini karena adanya fenomena bahwa bagi hasil yang ditetapkan oleh bank syariah lebih rendah dibanding tingkat suku bunga bank konvensional.
Collections
- Master of Islamic Studies [1637]
