Pemikiran Ibnu Abī al-Dunyā tentang Distribusi Harta
Abstract
Islam sebagai agama yang mengatur segala segi kehidupan juga memberikan kebebasan kepada penganutnya untuk memperoleh harta kekayaan. Pengakuan ini ditunjukkan dengan diakuinya kepemilikan individu. Dalam kepemilikan individu seseorang juga diperintahkan untuk mendistribusikannya kepada golongan yang kurang mampu. Tesis ini bertujuan mengkaji pemikiran seorang tokoh klasik yaitu Ibnu Abī Al-Dunyā yang berbicara mengenai kepemilikan dan distribusi serta relevansinya dengan konteks kekinian. Jenis penelitian yang dilakukan adalah kwalitatif diskriptif dengan pendekatan filosofis sosio-historis. Penelitian ini menggunakan sumber primer yang berupa karya-karya Ibnu Abī Al-Dunyā dan sumber sekunder berupa buku, jurnal dan makalah yang sesuai dengan tema pembahasan ini. Teknik analisa dalam penulisan ini menggunakan model spreedly yaitu analisis domain dan taksonomi. Hasil penelitian ini adalah harta menurut Ibnu Abī Al-Dunyā pada hakekatnya adalah sebuah titipan Allah Swt. Harta yang dimiliki seseorang sebagiannya harus dikeluarkan atau distribusi kepada orang-orang yang berhak. Pemperolehan harta menurutnya ada dua cara yaitu langsung (bekerja) dan tidak langsung (warisan). Distribusi harta menurutnya tidak hanya terbatas pada pasca pemperolehan harta tapi juga berkaitan dengan proses memperolehnya. Keadilan distribusi akan dapat tercapai setidanya jika tidak ada monopoli, penimbunan harta dan memberikan kesempatan yang sama pada semua orang baik untuk mendapatkan sesuatu ataupun pekerjaan.
Collections
- Master of Islamic Studies [1637]
