Show simple item record

dc.contributor.authorMuslimin, Edy
dc.date.accessioned2026-04-01T03:40:30Z
dc.date.available2026-04-01T03:40:30Z
dc.date.issued2012
dc.identifier.urihttps://dspace.uii.ac.id/123456789/61180
dc.description.abstractLatar belakang penelitian ini adalah kegelisahan peneliti terhadap generasi muda Jawa yang kini kurang peduli terhadap bahasa ibu-nya. Bahkan, ada anggapan berbahasa daerah dianggap tidak modern dan kampungan. Padahal, bahasa akan punah jika tidak dilestarikan (tidak dipergunakan) oleh masyarakat pendukungnya, baik sebagai sarana pengungkap maupun sebagai sarana komunikasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan kebiasaan berbahasa Jawa di SMP Negeri 9 Surakarta dan apakah kebiasaan berbahasa Jawa tersebut dapat membentuk tata krama/etika. Bentuk penelitian adalah kualitatif yang merupakan penelitian lapangan dengan informan terdiri dari kepala sekolah, guru dan siswa. Penentuan informan menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, pengamatan partisipasi dan pencatatan isi dokumen. Data yang terkumpul dianalisa dengan analisa model ethnografi. Keabsahan data menggunakan metode triangulasi sumber data. Dependabilitas penulis lakukan dengan melakukan pengamatan yang sama untuk memperhitungkan konteks yang berubah-ubah dalam penelitian yang dilakukan. Dalam kebiasaan berbahasa Jawa di SMP Negeri 9 Surakarta diperoleh temuan bahwa pembiasaan berbahasa Jawa dilaksanakan secara bertahap. Jika dalam praktek berbahasa Jawa belum benar maka dibimbing oleh guru mata pelajaran bahasa Jawa dan dalam pelaksanaannya sudah berjalan cukup baik. Pembiasaan berbahasa Jawa dilakukan dengan cara memperbanyak menggunakan bahasa Jawa dalam berinteraksi dan dengan cara keteladanan. Kebiasaan berbahasa Jawa di SMP Negeri 9 Surakarta dapat membentuk tata krama yaitu terbentuknya tata krama sebagai orang Jawa dengan rincian tata krama sebagai berikut: (1) Hati-hati dalam bersikap pada orang lain atau mengerti tatakrama (unggah-ungguh), (2) Santun dan berbudi bahasa halus sebagai perwujudan rasa hormat dan menghargai terhadap orang lain, (3) Rendah hati (andhap asor/tawaddhu), tidak sombong yang dibuktikan dengan bahasanya yang halus. Tingkatan bahasa yang dapat membentuk tata krama tersebut adalah bahasa Jawa "krama".en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectKebiasaanen_US
dc.subjectBerbahasa Jawaen_US
dc.subjectTata Kramaen_US
dc.titleKebiasaan Bahasa Jawa dalam Membentuk Tata Krama Pergaulan di SMP Negeri 9 Surakartaen_US
dc.typeThesisen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record