Problematika Pendidikan Tahfizh Al Qur'an di Pondok Pesantren Darul Qur'an Wal Irsyad Ledoksari, Kepek, Wonosari, Gunungkidul
Abstract
Untuk mengungkap problematika pendidikan tahfizh Al Qur'an di Pondok Pesantren Darul Qur'an Wal Irsyad Ledoksari, Kepek, Wonosari, Gunungkidul, dapat diketahui dengan melihat seberapa besar peran kyai dan para ustadz pengampu dipondok tersebut dalam upaya mewujudkan tujuan pendidkan tahfizh sesuai dengan tuntutan untuk melestarikan Al Qur'an, seberapa besar dukungan kyai dan pengasuh pondok pesantren, peran para ustadz dan orang tua serta lingkungan dalam mewujudkan tujuan pendidikan tahfizh tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan problematika apa saja yang dialami dalam pendidikan tahfizh Al Qur'an di Pondok Pesantren Darul Qur'an Wal Irsyad, Ledoksari, Kepek, Wonosari, Gunungkidul, dan mendiskripsikan pelaksanaan pendidikan tahfizh Al Qur'an. Penelitian ini bersifat deskriptif-kualitatif untuk menggambarkan profesionalisme para ustadz pendidikan tahfizh dalam proses pendidikan tahfizh Al Qur'an. Populasi dari penelitian ini adalah 35 santri putra dan putri di Pondok Pesantren Darul Qur'an Wal Irsyad dan 5 orang ustadz yang terdiri dari 2 orang ustadz pengampu utama dan 3 orang ustadz pendamping. Ada beberapa teknik untuk pengumpulan data, observasi dilakukan untuk melihat kondisi nyata ustadz di pondok pesantren dalam proses kegiatan belajar mengajar, sarana prasarana yang ada, serta lokasi pondok pesantren. Wawancara digunakan untuk menggali dan melengkapi data untuk mengungkap problematika yang ada di pondok pesantren. Wawancara ini dilakukan dengan kyai, ustadz dan pengurus pondok, serta santri. Sedangkan dokumentasi untuk mengetahui jadwal kegiatan santri, adart pondok, serta program pembelajaran pendidikan tahfizh dan daftar jumlah santri yang mengikuti pendidikan tahfizh. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa problematika pendidikan tahfidz di kelompokkan pada 7 komponen utama, yaitu santri, ustadz, kyai dan pengurus pondok, sistem dan metode, sarana prasarana, lingkungan dan keluarga, serta motivasi. Dimana masing-masing unsur saling terkait dalam proses pendidikan tahfizh sehingga diperlukan upaya pemecahannya agar pendidikan tahfizh dapat dihayati, dipahami dan dicintai oleh para santri. Hasil penelitian ini dapat memberikan nilai tambah bagi para ustadz untuk meningkatkan profesionalime, serta bagi para santri untuk lebih meningkatkan motivasi dalam pendidikan tahfizh Al Qur'an. Terpenting dalam penelitian ini adalah saran atau masukan untuk pondok pesantren agar menjadikan pendidikan tahfizh Al Qur'an lebih berhasil dan bermakna bagi para santri tahfizh itu sendiri.
Collections
- Master of Islamic Studies [1637]
