Nilai Pendidikan Fitrah dalam Surat Al-Fatihah Ayat 6 Hubungannya dengan Pencapaian Tujuan Pendidikan Islam
Abstract
Sejak lahir manusia telah membawa fitrah. Fitrah manusia mempunyai kecenderungan positif-negatif ataupun baik-buruk. Hal itu tergantung interaksi manusia terhadap lingkungan sekitarnya. Oleh karena itu, dalam upaya melestarikan dan mengembangkan fitrahnya kearah yang lebih baik, maka diperlukan proses pendidikan dengan tujuan agar fitrah tersebut tetap pada hidayah Allah sebagaimana dikehendaki oleh surat al-Fatihah ayat 6. Permasalahan yang paling mendasar dalam penelitian ini adalah bagaimana pencapaian tujuan pendidikan melalui penerapan nilai-nilai pendidikan fitrah dalam surat al-Fatihah ayat 6. Tujuan penelitian bertujuan untuk mendapatkan gambaran mengenai konsepsi nilai pendidikan fitrah menurut surat Al-Fatihah ayat 6; untuk mendapatkan gambaran mengenai tujuan pendidikan Islam dalam perspektif Al-Qur'an surat Al-Fatihah ayat 6; dan untuk mendapatkan gambaran aplikasi niai-nilai pendidikan fitrah menurut surat Al-Fatihah ayat 6 dalam pencapaian tujuan pendidikan Islam. Penelitian ini beranjak dari pemikiran bahwa setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah. Kedua orang tuanyalah yang menjadikan anak itu Yahudi, Nasrani, atau Majusi. Untuk tetap pada fitrahnya, manusia senantiasa berdo'a agar senantiasa berada di jalan Allah yang lurus sirathal mustaqim. Metode penelitian adalah deskriptif analitik. Jenis data penelitian ini adalah data kualitatif yang bersumberkan dari literatur-literatur. Pendekatan yang digunakan yaitu pendekatan terpadu (inter-related approach). Sumber data penelitian adalah sumber data tertulis berupa literatur-literatur, baik primer maupun sekunder. Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan cara studi kepustakaan dan studi dokumentasi. Data dianalisis dengan cara analisis data kualitatif melalui langkah-langkah: Inventarisasi data, kategorisasi, komparasi, penafsiran, dan menyimpulkan data. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa fitrah dalam konteks surat al-Fatihah ayat 6 berkedudukan sebagai potensi dasar yang dimiliki oleh manusia. Fitrah manusia cenderung bersifat ganda, artinya fitrah bisa mendorong timbulnya perbuatan baik, dan juga bisa mendorong perbuatan jelek, karena di dalam fitrah itu sendiri terdapat potensi rohani lainnya seperti nafsu. Kecenderungan perubahan suatu fitrah sangat bergantung kepada faktor yang mempengaruhi dari lingkungan di luarnya. Apabila manusia sejak kecil sudah berinteraksi dengan lingkungan yang baik, maka jaminan kehidupan yang lebih baik akan dimiliki manusia. Namun sebaliknya, apabila manusia sejak kecil sudah berinteraksi dengan lingkungan yang buruk, maka kepribadian dan perilaku manusia tersebut akan menjadi buruk kelak. Tujuan pendidikan Islam dalam perspektif Al-Qur'an surat al-Fatihah ayat 6 adalah menciptakan manusia didik menjadi hamba Allah yang taat dalam menjalankan perintah-Nya dan sekaligus menjauhi segala macam larangan-Nya. Nilai-nilai pendidikan fitrah dalam surat al-Fatihah ayat 6 mempunyai aplikasi yang sangat erat dengan pencapaian tujuan pendidikan Islam yakni bahwa manusia dituntut untuk tetap berada pada fitrahnya sebagai hamba Allah, sebagai khalifah Allah, dan sebagai pewaris Nabi. Untuk menetapkan fitrah seperti itu diperlukan upaya pendidikan yang sifatnya manusiawi melalui pendidikan kemanusiaan, yaitu pendidikan yang memanusiakan manusia sepanjang hayat. Adapun metode yang dapat digunakan dalam mengaplikasikan konsep fitrah dalam pencapaian tujuan pendidikan Islam adalah melalui metode internalisasi atau personalisasi dengan teknik peneladanan (doing), pembiasaan (being), dan pemberian informasi/ceramah (knowing).
Collections
- Master of Islamic Studies [1637]
