• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Thesis
    • Master of Islamic Studies
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Thesis
    • Master of Islamic Studies
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Model Pendidikan Islam Terpadu (Studi Kasus di Pondok Pesantren La Tansa, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Lebak, Banten)

    Thumbnail
    View/Open
    9902031.pdf (4.405Mb)
    Date
    2006
    Author
    Udin, Ahmad Rafiq
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Peranan pendidikan pesantren dan pendidikan sekolah dalam pelaksanaan pendidikan nasional dapat dilihat dalam kaitannya sebagai Sub-Sistem pendidikan nasional. Keduanya merupakan lembaga yang berfungsi melaksanakan pendidikan berdasarkan arah dan tujuan yang telah ditentukan. Dengan fungsi khusus yang dibawakan oleh kedua sistem pendidikan ini, yakni pesantren dan sekolah, pendidikan nasional akan menunjukkan dinamikanya secara mantap. Untuk kepentingan ini, integrasi pendidikan pesantren dan pendidikan jalur luar sekolah, baik secara fungsional maupun institusional, senantiasa diusahakan. Sebab, jika keduanya berjalan kurang terpadu, maka sasaran pendidikan akan terhambat. Hal demikian sudah ditunjukkan oleh sejarah, di mana penjajah memaksakan secara mutlak berlakunya sistem pendidikan sekolah saja dengan menekan (mendiskreditkan) perkembangan pendidikan pribumi, yakni pendidikan pesantren. Tujuan dalam penelitian ini, penulis ingin benar-benar mengetahui Apakah urgensi pendidikan, kenapa pendidikan pondok pesantren dan sekolah harus dipadukan, bagaimanakah sistem kurikulum bervariasi yang diselenggarakan oleh pondok pesantren La Tansa, bagaimana metode pembelajaran pondok pesantren La Tansa dan bagaimanakah nilai-nilai pendidikan pondok pesantren La Tansa. Urgensi pendidikan terpadu itu akan mewarnai sistem dan praktek penyelenggaraan, maka untuk menyiapkan SDM yang memiliki IMTAQ dan menguasai IPTEK diperlukan penyesuaian (reorientasi) makna pendidikan. Dengan pendidikan terpadu (Pesantren dan Sekolah) pembinaan IMTAQ dan IPTEK diharapkan bisa dilakukan dan diwujudkan di dunia pesantren. Karena sistemnya yang integrated, agaknya cukup sulit memisahkan sama sekali antara kurikulum intra dan ekstra, terkadang keduanya bisa menjadi sifat dari satu kegiatan yang sama, sehingga dia bisa disebut dengan keduanya. Metode pembelajaran yang digunakan adalah metode Sorogan, Bandongan, Musyawarah / Bahtsul Masa'il, pengajian pasaran, Hafalan (Muhafadzah), Demonstrasi / praktek ibadah, Rihlah Ilmiah, Muhawarah / Muhadatsah, Mudzakarah dan metode Riyadhah. Dan nilai-nilai pendidikan pondok yang ditanamkan ke santri adalah Keikhlasan, Kesederhanaan, Kemandirian, Ukhuwah Islamiyah, Kemasyarakatan, Disiplin dan Kesungguhan.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/123456789/61152
    Collections
    • Master of Islamic Studies [1637]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV