| dc.description.abstract | Bencana yang dikenal dengan krisis moneter yang mengakibatkan krisis moral menyadarkan bangsa Indonesia untuk mengkaji berbagai aspek kehidupan. Untuk mengatasi hal tersebut, maka pendidikan moral termasuk pendidikan Islam sangat penting untuk mengembalikan kesadaran masyarakat atas jati dirinya sebagai kholifah di muka bumi. Tujuan utama pendidikan Islam adalah menciptakan masyarakat Islam yang berbudi pekerti luhur atau berakhlakul karimah. Masyarakat yang berakhlak baik, perilakunya akan sesuai dengan norma agama dan norma masyarakat sehingga ketenangan dalam pergaulan di antara anggota masyarakat dapat terjalin harmonis atau dengan kata lain masyarakat madani dapat diwujudkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep pendidikan Islam tentang masyarakat madani, dan kontribusi pendidikan Islam terhadap upaya mewujudkan masyarakat madani. Pendidikan Islam adalah upaya mengembangkan, mengajak serta mendorong manusia lebih maju dengan berlandaskan nilai-nilai yang tinggi dan kehidupan yang mulia dan sempurna, baik yang berkaitan dengan akal, perasaan dan perbuatan. Dasar pelaksanaan pendidikan Islam di antaranya dasar yuridis yakni Pancasila, UUD 1945 dan GBHN, dasar religius yakni Al-Qur’an dan Al-Hadits, serta dasar social psychologis. Terdapat komponen-komponen pendidikan Islam di antaranya pendidik, anak didik dan metode pendidikan Islam. Di antara lembaga pendidikan Islam adalah keluarga, madrasah dan pesantren. Masyarakat madani atau civil society adalah suatu masyarakat atau institusi sosial yang memiliki ciri-ciri kemandirian, toleransi, keswadayaan, kerelaan menolong satu sama lain dan menjunjung tinggi norma dan etika yang disepakatinya secara bersama-sama. Di antara upaya untuk mewujudkan masyarakat madani adalah tegaknya demokrasi, kepastian hukum, keadilan masyarakat, penghargaan terhadap keberadaan manusia, persatuan dan kesatuan bangsa serta kebebasan menjalankan syari’at agama. Untuk melaksanakan upaya tersebut diperlukan peran ulama dan umaro (pemerintah) dalam mewujudkan masyarakat madani. Apa yang dilakukan ulama dan umaro akan berkenan di hati masyarakat, apabila disertai dengan keteladanannya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik. Sumber data diperoleh dari literatur yang bersifat primer dan sekunder, sedangkan analisis data dengan analisis kualitatif yang bersumber dari data literatur melalui langkah proses satuan, kategorisasi dan penafsiran data. Pendidikan Islam mempunyai kontribusi positif dalam mewujudkan masyarakat madani, karena tujuan utamanya pun untuk mendidik masyarakat agar berbudi pekerti luhur, berperilaku sesuai dengan norma agama dan norma masyarakat. Jika demikian, maka masing-masing anggota masyarakat akan bertanggung jawab atas keamanan, ketenangan lingkungan masyarakatnya. Diharapkan penelitian ini dapat memberikan sumbangan positif bagi masyarakat dalam menjaga kerukunan umat beragama dan memberikan kontribusi positif bagi pengembangan Pendidikan Islam serta sebagai bahan pustaka. | en_US |