Strategi Pencapaian Kompetensi untuk Meningkatkan Kemampuan Belajar Membaca Al-Qur'an pada Siswa MI Yappi Gubukrubuh Getas Playen Kab. Gunungkidul
Abstract
Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) Nomor 20 Tahun 2003 membuat posisi pendidikan agama semakin kuat. Keberhasilan pendidikan agama telah menunjukkan pengaruh dalam mencapai sasaran pendidikan nasional. Bahan pembelajaran al-Qur’an tidak dapat dipisahkan dari pendidikan agama Islam karena al-Qur’an merupakan hal yang mendasar dari ajaran Islam. Oleh karena itu, setiap institusi pendidikan yang merupakan bagian dari agama Islam tidak dapat dihindarkan dari pembelajaran agama Islam, seperti “MI YAPPI Gubukrubuh Playen” yang layak mendapatkan banyak perhatian dalam pembelajaran al-Qur’an, dan memiliki strategi khusus dalam mengajarkan kepada siswa agar mampu membaca al-Qur’an dengan baik dan benar. Untuk membuktikan asumsi di atas, penulis mengadakan sebuah penelitian tentang strategi pencapaian kompetensi untuk meningkatkan kemampuan belajar membaca al-Qur’an di “MI YAPPI Gubukrubuh Playen” dengan menerapkan metode interview. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, penulis menemukan strategi yang digunakan oleh MI YAPPI Gubukrubuh diantaranya sebagai berikut: 1). Keberadaan al-Qur’an dan al-Hadis dalam Pendidikan Agama Islam diajarkan secara terus-menerus dan terpisah. 2). Adanya metode membaca al-Qur’an yang secara khusus diajarkan dengan menerapkan metode “Iqro’”. 3). Adanya program tindak lanjut bagi siswa yang telah siap mencapai target minimal kemampuan membaca dengan nama “tajwid” dan “musyikal/ghorib”. 4). Mengadakan kerjasama dengan pihak luar atau lembaga lain. Melihat dari prestasi dan perbandingan dengan target perencanaan sekolah, strategi yang diterapkan “MI YAPPI Gubukrubuh Playen” dalam upaya meningkatkan kemampuan belajar membaca al-Qur’an benar-benar efektif, walaupun masih memerlukan perbaikan untuk mencapai hasil yang lebih baik. Disamping itu, dalam pelaksanaan pembelajaran al-Qur’an ditemukan beberapa permasalahan yang berasal dari siswa, guru, dan waktu yang singkat. Akan tetapi permasalahan tersebut merupakan hal yang wajar, sehingga dapat diselesaikan dengan baik. Untuk memperbaiki kualitas lulusannya, “MI YAPPI Gubukrubuh Playen” selalu memperbaiki kualitasnya dengan mengembangkan berbagai macam program.
Collections
- Master of Islamic Studies [1637]
