| dc.description.abstract | Latar belakang penyusunan tesis ini berangkat dari sebuah realita yang tidak bisa dipungkiri telah melanda generasi bangsa kita, yaitu merosotnya nilai agamis dan moralitas di kalangan masyarakat, terutama remaja. Mereka merasa bingung untuk meniru dan meneladani siapa. Sarjana-sarjana muslim secara kuantitas semakin banyak, tetapi belum banyak berkiprah secara nyata. Para pegawai dan pejabat muslim telah mengucapkan sumpah jabatan menggunakan Al-Qur'an, namun dalam menjalankan tugas mereka masih jauh dari nilai-nilai Al-Qur'an. Banyak majlis taklim bermunculan di mana-mana, hampir semua stasiun televisi menyiarkan acara-acara yang nuansa agamis, namun kemunafikan masih terjadi di mana-mana. Mereka bingung akan meneladani yang mana. Berbagai kasus tersebut mengindentifikasikan betapa lemah dan belum berhasilnya pendidikan islam dan moral dalam dunia pendidikan. Dalam kasus ini, akhirnya konsep keteladanan sebagai metode pendidikan menjadi fokus pembahasan yang intens. Untuk memperoleh jawaban atas persoalan tersebut, berangkat dari kenyataan ini mengangkat persoalan teladan dalam pendidikan Islam untuk anak didik. Keteladanan itu diambil dari sifat-sifat Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya yang tercantum dalam Al-Qur'an, Surat Al-Fath, ayat: 29. Tujuan dari penulisan tesis ini adalah untuk mengetahui konsep Al-Qur'an Surat Al-Fath, ayat: 29 tentang keteladanan dari Nabi Muhammad dan para Sahabatnya, baik secara teoritis maupun secara praktis yang tercantum dalam ayat tersebut. Berdasarkan rumusan maslah tersebut, maka tesis ini termasuk penelitian kepustakaan (Library Research), khususnya berkenaan dengan penelitian tafsir, yang difokuskan pada Surat Al-Fath ayat 19. Kajian buku-buku terutama yang berkenaan dengan teladan dalam pendidikan, maka sumber data primernya adalah Al-Qur'anul Karim dan buku-buku Tafsir (Tafsir Al-Maraghi, Tafsir ibnu Katsir, dan Tafsir Qurthubi) khususnya Surat Al-Fath atyat 29, Adapun sumber data sekundernya adalah buku-buku yang bertopik pendidikan islam dan metodologi pendidikan. Sedangkan untuk melacak penafsiran, digunakan metode tematik, kemudian untuk mengungkapkan adanya konsep teladan dalam pendidikan islam, digunakan analisis deskriptif- interpretatif di mana pada dasarnya digunakan pikiran logis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa teladan merupakan salah satu metode pendidikan yang sangat ampuh untuk menjadikan peserta didik merealisasikan teori dalam praktek sehari-hari, terutama mengenai agama dam moral. Bila pendidiknya meneladankan kejujuran, sopan santun, lemah lembut, murah senyum, maka anak didik akan mudah meneladaninya dan menjadi baik. Tetapi sebaliknya, jika pendidiknya pembohong, pemarah dan bengis, maka anak didik akan mencontoh keburukannya. Surat Al-Fath ayat 29 mengandung pelajaran mengenai sikap beragama dan bermoral yang baik, meneladani sikap tegas kepada orang kafir atau kekufuran, lemah-lembut terhadap sesama muslim, senantiasa menunaikan sholat dengan iklhas dan mengharap ridlo Allah, dan mempunyai tanda di mukanya wajah yang tenteram, berseri-seri, lemah lembut dan lugas, menunjukkan perilaku baik dan jauh dari sifat angkuh, sombong, bengis dan amoral sebagai pancaran pengaruh sujudnya. | en_US |