Show simple item record

dc.contributor.authorNuha, Ulin
dc.date.accessioned2026-03-13T03:39:56Z
dc.date.available2026-03-13T03:39:56Z
dc.date.issued2010
dc.identifier.urihttps://dspace.uii.ac.id/123456789/61134
dc.description.abstractPenelitian ini dilatarbelakangi oleh realitas ekonomi dimasyarakat saat ini yang cenderung bersikap rasional tanpa mempertimbangkan aspek etika dan norma-norma agama dalam menjalankan aktivitas ekonomi. Hal ini terbukti dengan maraknya pengambilan hak orang lain baik dengan cara penipuan, riba, monopoli dalam setiap transaksi ekonomi. Sehingga menimbulkan keresahan dan memunculkan konflik sosial di masyarakat. Pada hal dalam Islam diajarkan untuk menjalankan kegiatan ekonomi dengan cara yang baik dan halal. Riba dan sodaqoh bagaikan sisi mata uang yang saling berkaitan. Dalam riba mengandung unsur penganiayaan dan merugikan hak orang lain sedangkan dalam sodaqoh mengajarkan tentang saling tolong-menolong dan mengajarkan sikap toleran terhadap kesusahan orang lain. Tujuan dari ekonomi Islam adalah untuk memperoleh keberkahan baik di dunia dan akhirat. Barokah adalah satu karunia yang tidak bisa dipantau. Konsep tentang barokah ini meliputi semua spektrum perilaku manusia. Ada tidaknya sebuah barokah tergantung pada benar tidaknya sebuah perilaku dan tindakan seseorang. Studi ini dilakukan dengan maksud untuk menjelaskan bahwa dalam kegiatan ekonomi tidak harus selalu di dasarkan pada rasio/akal saja tapi juga ada faktor lain yang mempengaruhinya Manusia sebagai pelaku ekonomi bukanlah makhluk yang keras dan kaku yang terdiri dari jasad tapi juga terdiri dari jiwa yang membutuhkan spirit untuk mencapai ketenangan. Adapun jenis penelitian ini adalah liberary research dengan pertimbangan bahwa penelitian kepustakaan dianggap paling sesuai untuk menjawab masalah yang diangkat dalam penelitian ini. Sedangkan metode analisis data yang digunakan adalah deskriptif kritis, yang dimaksudkan untuk mengetahui dan menemukan penafsiran yang lebih kontekstual mengenai riba dan sodaqoh. Berdasarkan hasil penelitian, terungkap bahwasannya tujuan manusia adalah memperoleh falah baik di dunia dan akhirat. Dalam surat Al-Baqarah ayat 276 dan Ar-rum 39 menggambarkan sedekah akan meningkatkan efek positif pada harta kekayaan. Sebaliknya riba, yang tampak sepintas akan menambah kuantitas harta, namun harta yang bertambah itu sebenarnya berkurang dari nilai-nilai yang utama. Walaupun hal ini tampak sebagai suatu yang paradoksal, namun hal ini merupakan fakta yang tidak bisa dibantah. Anggapan Ekonomi Islam dalam menjalankan perekonomian tidak hanya berasaskan pada logika semata, akan tetapi juga berlandaskan pada nilai-nilai moral dan etika serta tetap berpedoman kepada petunjuk-petunjuk dari Allah SWT.Individu rasional adalah individu yang berusaha memaksimumkan al-falah dibanding memaksimumkan kepentingan diri sendiri (self interest). Tujuan ilmu ekonomi Islam adalah kesejahteraan manusia dalam arti yang lebih luas dan lebih berat. Kesejahteraan yang dimaksud tidak selalu diukur dengan materi atau uang, akan tetapi terpenuhinya kebutuhan-kebutuhan dasar manusia yang merupakan implementasi dari tujuan-tujuan syariah (maqashid syari'ah).en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectRasionalisasien_US
dc.subjectBerkahen_US
dc.subjectAl-Qur'anen_US
dc.titleRasionalisasi Berkah dalam Al-Qur'an (Telaah Ayat-ayat Al-Qur'an tentang Riba dan Shodaqoh)en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM06913023


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record