• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Thesis
    • Master of Islamic Studies
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Thesis
    • Master of Islamic Studies
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Eksistensi dan Fungsi Pendidikan Islam dalam Sistem Pendidikan Nasional

    Thumbnail
    View/Open
    07913076.pdf (5.994Mb)
    Date
    2009
    Author
    Setyowibowo, Herry
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Pendidikan Islam di Indonesia berlangsung sejak masuknya Islam di Indonesia, sejarah membuktikan Islam masuk ke Indonesia pada abad 7 M atau 1 H. namun dalam perkembangannya tertinggal dari mainstream pendidikan nasional. Ada dua faktor penyebabnya, faktor internal yaitu faktor yang ada dalam diri pendidikan Islam berupa landasan filosofis, konsep, menejemen dan faktor eksternal (faktor dari luar) berupa politik pendidikan atau kebijakan yang kurang berpihak terhadap pendidikan Islam. Secara umum pendidikan Islam dapat dilihat dalam dua hal Pertama pendidikan Islam sebagai lembaga, kedua pendidikan Islam sebagai proses pembelajaran (mata pelajaran dan nilai). Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang eksistensi pendidikn Islam dan fungsi pendidikan Islam dalam sistem pendidikan nasional. Jenis penelitian ini adalah Library Research untuk mengetahui eksistensi pendidikan Islam dalam sistem pendidikan nasional dengan menggunakan content analisis terhadap Undang-Undang Sisdiknas yang berlaku di Indonesia dan Peraturan Pemerintah NO 25 tahun 2007 tentang pendidikan agama dan keagamaan, untuk mengetahui fungsi pendidikan Islam dalam sistem pendidikan nasional menggunakan pendekatan sosiolgis dengan teori fungsional. Dari hasil analisa dapat dikatakan pendidikan Islam secara yuridis formal mendapat pengakuan kuat sejak diberlakukannya undang-undang sisdiknas, menjadi dasar pengembangan pendidikan nasional. Secara kelembagaan terjadi dualisme pengelolaan, penentu kebijakan pendidikan nasional adalah departemen pendidikan nasional, sehingga pesantren dan madrasah yang noabene dikelola departemen agama selalu tertinggal dalam perencanaan maupun pelaksanaan programnya, disisi yang lain pengelolaan pendidikan di daerah diotonomikan sedangkan pesantren dan madrasah masih menjadi kewenangan pemerintah pusat. Pendidikan Islam sebagai proses pembelajaran (mata pelajaran dan nilai) di Pesanten menjadi mata pelajaran pokok, materi yang harus diselesaikan oleh para santri untuk menentukan kenaikan tingkat dan kelulusan, mata pelajaran agama di madrasah tidak lagi menjadi mata pelajaran pokok karena standar kelulusan ditentukan oleh mata pelajaran yang diunaskan sehingga secara kelembagaan madrasah kehilangan jatidirinya, pada sekolah Islam sama dengan madrasah, hal ini berdampak pada sikap siswa, dan orang tua terhadap mata pelajaran agama (Islam) dipandang sebagai mata pelajaran pelengkap. Untuk itu format pendidikan Islam kedepan lebih menekankan pada perbaikan mutu tanpa kehilangan jatidiri kelslamannya. Pesantren sebagai bording school dikelola dengan menejemen modern tanpa kehilangan cirikhasnya, madrasah dan sekolah Islam hendaknya melangkah pada pendidikan yang integratif dengan kurikulum yang integrative.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/123456789/61124
    Collections
    • Master of Islamic Studies [1637]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV