Studi Kritis terhadap Sistem Pendidikan Pesantren Salafiyah Al-Munawwar Jarnauziyyah Pasirbokor Tasikmalaya
Abstract
Sistem pendidikan yang ada di Pesantren Salafiyah Al-Munawwar Jarnauziyyah Pasirbokor masih tradisional. Dengan demikian di masa mendatang perlu adanya perubahan sistem dalam menghadapi kompleksitas sistem pendidikan di Indonesia. Rumusan permasalahan dalam penelitian ini meliputi: pelaksanaan sistem pendidikan di Pesantren Salafiyah Al-Munawwar Jarnauziyyah Pasirbokor; aspek-aspek yang perlu direkonstruksi dari sistem pendidikannya; dan hambatan-hambatan serta upaya pesantren tersebut dalam mengembangkan sistem pendidikannya di masa mendatang. Kerangka dasar pemikiran tulisan ini adalah pesantren di masa mendatang harus berfungsi ganda, yaitu sebagai agen perubahan (agent of change) dan agen pewarisan budaya (agent of conservative). Kedua fungsi tersebut mengharuskan pondok pesantren menerima perubahan zaman dan sekaligus menjadi filter bagi perubahan zaman. Penelitian ini dilakukan di Pesantren Al-Munawwar Jarnauziyyah Pasirbokor Tasikmalaya dengan menggunakan pendekatan deduktif. Metode penelitian yang digunakan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara. Wawancara dilakukan terhadap pimpinan pondok pesantren, para ustaz, dewan santri, alumni, orang tua santri dan santri. Data hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan deskriptif analitik dengan lengkah-langkah: inventarisasi data, kategorisasi data, membandingkan data, menafsirkan data, dan menyimpulkan data. Kesimpulan penelitian adalah sistem pendidikan yang ada di Pesantren Salafiyah Al-Munawwar Jarnauziyyah Pasirbokor Tasikmalaya bersifat Tradisional, sehingga perlu direkonstruksi. Aspek-aspek yang perlu direkonstruksi diantaranya: metode pengajaran, kurikulum, dan manajemen pendidikannya. Sebab, ketiga aspek tersebut merupakan hambatan bagi perkembangan sistem pendidikannya. Upaya pengembangan sistem pendidikannya diantaranya adalah mengembangkan tradisi ilmiah,melengkapi perpustakaan, meningkatkan budaya membaca, membiasakan santrinya menterjemahkan kitab-kitab klasik, menerbitkan bulletin, dan mengembangkan manajemen kolektif.
Collections
- Master of Islamic Studies [1637]
