Upaya Mengatasi Kesulitan Belajar Mata Pelajaran Al-Qur'an Hadits pada Siswa MTs Ma'arif Nahdlatul Ulama 1 Brebes (Studi Kasus terhadap Kesulitan Belajar Siswa yang Berasal dari Sekolah Dasar)
Abstract
Latar belakang penelitian ini dimulai dari realitas di MTs, memiliki siswa yang berasal dari lulusan SD yang kesulitan untuk mengikuti mata pelajaran pendidikan Agama Islam khususnya mata pelajaran Al-Qur'an Hadits, di mana saat mereka di SD menerima materi Al Qur'an Hadits tidak maksimal, hanya 2 jam pelajaran dalam seminggu untuk semua aspek materi PAI, sementara mata pelajaran Al-Qur'an Hadits di MTs harus ditargetkan selesai sesuai dengan tuntutan kurikulum, sehingga mereka menjadi kesulitan untuk belajar mata pelajaran Al-Qur'an Hadits. Dengan pencermatan masalah tersebut, maka tesis ini meneliti kasus tentang kesulitan belajar Siswa yang berasal dari Sekolah Dasar di MTs Ma'arif NU 1 di Brebes dan upaya untuk mengatasinya. Tesis ini termasuk penelitian lapangan (field research), yang meneliti tentang kesulitan siswa yang berasal dari SD dalam mempelajari mata pelajaran Al-Qur'an hadits di MTs Ma'arif NU 1 di Brebes dengan mengambil populasi dan sampel dari siswa sebanyak 20% atau 40 anak, ditambah dengan 3 guru mata pelajaran tersebut sebagai cross cheks. Kerangka pemikiran dalam penelitian ini menyangkut faktor-faktor kesulitan siswa yakni dialeksia dan disgrafia yang dihubungkan dengan kedudukan siswa dan guru dalam proses pembelajaran dan tanggungjawabnya dalam proses perbaikan belajar dan tindak lanjut dalam kegiatan formal maupun nonformal. Adapun tehnik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara, angket dan dokumen. Hasil dari pengumpulan data-data tersebut dianalisis dengan menggunakan metode content analysis. Hasil penelitian ini menemukan adanya kesulitan belajar dalam mata pelajaran Al Qur'an Hadits bagi siswa MTs Ma'arif NU 1 di Brebes yang berasal dari Sekolah Dasar, terbukti hasil prestasi mereka yang diperoleh nilai rata-ratanya hanya 68,4 di bawah standar KKM yang ditetapkan yakni 70 dalam mapel tersebut. Hal ini disebabkan adanya pengaruh yang besar dari materi mata pelajaran Al-Qur'an Hadits terhadap kesulitan mereka (85 %; jawaban angket nomor 4). Adapun upaya untuk mengatasinya dengan kegiatan bimbingan keagaman dalam rangka penyetaraan pengetahuan mereka yang mengalami kesulitan dengan melibatkan guru mapel yang bersangkutan, para orang tua,ustadz and kyai di dalam atau diluar sekolah.
Collections
- Master of Islamic Studies [1664]
