| dc.description.abstract | Mikroplastik telah menjadi isu global yang mengancam kesehatan manusia melalui
kontaminasi air minum. Penelitian ini bertujuan menganalisis keberadaan dan
karakteristik mikroplastik pada Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional
Kartamantul yang bersumber dari Sungai Progo serta mengestimasi potensi
paparannya terhadap konsumen. Pengambilan sampel dilakukan pada 9 titik
strategis mulai dari intake, unit pengolahan (pra-sedimentasi, koagulasi, flokulasi,
sedimentasi, filtrasi, clearwell), hingga distribusi pelanggan. Analisis mikroplastik
menggunakan metode NOAA (National Oceanic and Atmospheric Administration),
mikroskopi, dan FTIR (Fourier Transform Infrared Spectroscopy). Parameter
pendukung yang dianalisis meliputi pH, suhu, kekeruhan, dan TSS (Total
Suspended Solids). Analisis korelasi menggunakan metode Pearson untuk
mengkaji hubungan mikroplastik dengan parameter kualitas air. Hasil menunjukkan
konsentrasi mikroplastik tertinggi pada intake (964 partikel/100 mL) dan terendah
di clearwell (55 partikel/100 mL) dengan efisiensi removal keseluruhan 94,29%.
Penurunan paling signifikan terjadi pada tahap pra-sedimentasi (85,37%).
Ditemukan 5 bentuk mikroplastik dengan fragment sebagai bentuk dominan (51,14-
79,59%) dan warna hitam paling persisten. Pada distribusi pelanggan masih
ditemukan 49-54 partikel/100 mL. Analisis korelasi Pearson menunjukkan
hubungan positif sedang antara mikroplastik dengan pH (r=0,523) dan kekeruhan
(r=0,501). Estimasi paparan harian konsumen mencapai 16,3-18 MPs/Kg bw/day.
Sistem pengolahan SPAM Regional Kartamantul efektif menyisihkan mikroplastik,
namun diperlukan peningkatan kualitas jaringan distribusi untuk mencegah
kontaminasi sekunder. | en_US |