| dc.description.abstract | Sebagai lembaga yang penting dalam perekonomian, maka perbankan syariah membutuhkan pengawasan kinerja yang baik oleh regulator perbankan. Salah satu indikator untuk menilai kinerja keuangan suatu bank adalah melihat tingkat profitabilitasnya. Semakin tinggi profitabilitas suatu bank, maka semakin baik pula kinerja bank tersebut. Terdapat banyak faktor yang dapat mempengaruhi tingkat profitabilitas suatu perbankan diantaranya adalah faktor kinerja keuangan (CAR, NPF, BOPO, FDR dan NIM). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui baik secara parsial dan simultan bagaimana pengaruh kinerja keuangan (CAR, NPF, BOPO, FDR dan NIM) dan GCG terhadap profitabilitas perbankan syariah di Indonesia pada tahun 2010-2012.Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian kausalitas dengan pendekatan kuantitatif. Jumlah sampel dalam penelitian sebanyak 11 bank umum syariah dan 2 unit usaha syariah dengan dokumentasi sebagai metode pengumpulan datanya. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah menggunakan metode regresi data panel dengan bantuan software Evies versi 6.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel BOPO dan NIM tingkat sig. di bawah 0.05 ($p < 0.05$). Hal ini menunjukkan BOPO dan NIM adalah variabel yang memiliki pengaruh yang signifikan terhadap profitabilitas. Sedangkan CAR, NPF, FDR dan GCG tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap profitabilitas perbankan syariah di Indonesia pada tahun 2010-2012. Hal ini dikarenakan tingkat sig pada variabel tersebut lebih besar dari 0.05 ($p > 0.05$). Secara simultan variabel kinerja keuangan (CAR, NPL, BOPO, LDR, NIM) dan penerapan GCG memiliki pengaruh signifikan terhadap profitabilitas perbankan syariah di Indonesia pada tahun 2010-2012. | en_US |