| dc.description.abstract | Latar belakang penyusunan tesis ini berangkat dari sebual realitas yang tidak bisa dipungkiri yang tengah melanda bangsa kita, yaitu merosotrya nilai moralitas di kalangan remaja, berbagai kasus kenakalan remaja seperti tawuran drugs, minuman keras, free sex sudah menjadi sesuatu yang sangat memprihatinkan terutama akan sangat menghambat dalam proses pencapaian generasi penerus bangsa Berbagai kasus tersebut mengindikasikan betapa lemahnya pendidikan pekerti kitu dalam dunia pendidikan. Sorotan tajam dari berbagai pihak terhadap menimnya pendidikan akhlak pekerti menjadi materi wajib ajar di setiap jenjang pendidikan menjadi bahan kajian yang tak henti-hentinya terus dilakukan banyak pihak mulai dari praktisi pendidikan, rohaniawan, pemuka masyarakat dan pemerintah. Dalam konteks ini, akhirnya konsep pendidikan akhlak mulai dikaji dan menjadi fokus pertahanan yang intens untuk memperoleh jawaban alas persoalan di atas. Usah pencamuan paradigna baru pengembangan pendidikan akhlak mau tidak mau terus masuk dalam kawasan agama, karena disanalah sumber berbagai etika. Atas dasar inilah tesis ini mengangkat persoalan tersebut dari jalur etika agama dalam rangka mencari konsep penerapan pendidikan akhlak dengan mengambil surat Luqman 12-19 sebagai bahan kajian. Tujuan tesis ini adalah untuk mengetahui (1) bagaimana konsep Al-Qur'an tentang pendidikan akhlak secara teoritis maupun praktis, (2) mencari dimensi lain yang lebil praktis dalam penerapan pendidikan akhlak kepada anak terutama mengkaji secara khusus surat Luqman yang secara global berisi petuah orang tua tentang akhalak kepada anaknya, dan (3) menjabarkan surat Luqman 12 - 19 dalam konteks kekinian dalam suatu pendekatan tafsir yang sering disebut hermeneutika. | en_US |