Peranan Pendidikan Islam dalam Keluarga terhadap Tingkah Laku Remaja di Desa Karangan Kecamatan Karangan Kabupaten Trenggalek
Abstract
Pergaulan adalah hubungan manusia dengan manusia lainnya, manusia hidup selalu berhubungan dengan manusia lainnya, itulah sebabnya kenapa manusia harus bergaul. Dan dalam pergaulan itu timbullah saling mempengaruhi dalam pikiran, sifat dan tingkah laku. Pergaulan dalam istilah bahasa Indonesia berarti kehidupan bersama, yakni kehidupan antar sesama manusia. Salah satu bentuk pergaulan antar sesama manusia adalah pergaulan antara laki-laki dan perempuan. Anak-anak kita merupakan future market (pasar masa depan) bagi industri pornografi dan pornoaksi. Bagi mereka pasar pornografi sangatlah menggiurkan, karenanya untuk memperbesar pasar pornografi ini, maka sasaran tembak mereka adalah anak-anak dan remaja, utamanya anak-anak yang belum baligh dengan tujuan anak dan remaja tersebut memiliki model porno, perpustakaan porno diotaknya yang bisa diakses kapan saja dan dimana saja. Mental model porno ini akan sangat mempengaruhi pola pikir dan pola tindak anak hingga bisa kecanduan ponografi. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah; (1) Bagaimanakah penanaman Pendidikan Islam dalam keluarga di Desa Karangan Kecamatan Karangan Kabupaten Trenggalek?, (2) Bagaimanakah peranan pendidikan Islam dalam keluarga terhadap tingkah laku remaja di Desa Karangan Kecamatan Karangan Kabupaten Trenggalek?. Tujuan penelitian ini adalah sebagai kerangka dasar dalam; (1) Mengakses informasi tingkah laku remaja di Desa Karangan Kecamatan Karangan Kabupaten Trenggalek, (2) Menggali konsep dan Nilai dominan yang ditanamkan oleh keluarga dalam upaya pendidikan Agama di keluarga, (3) Mengetahui pola penanaman Pendidikan Islam dalam keluarga di Desa Karangan Kecamatan Karangan Kabupaten Trenggalek, (4) Mengakses data secara holistik tentang peranan pendidikan Islam dalam keluarga terhadap tingkah laku remaja di Desa Karangan Kecamatan Karangan Kabupaten Trenggalek. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, deskriftif dan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dokumenter, angket dan metode pencermatan. Sedangkan data yang diperoleh dianalisis dengan langkah-langkah meliputi reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan. Untuk menjaga validitas data maka penelitian ini dilakukan dengan cermat melalui peprpanjangan waktu penelitian, diskusi sejawat, dan klarifikasi informan. Hasil penelitian menunjukan bahwa Penanaman Pendidikan Islam dalam keluarga dilakukan dengan pewarisan sebagai wujud tanggung jawab orang tua, pembiasaan, teladan dan bimbingan secara ikhlas dan kata hati, pendidikan anak lebih banyak didialogkan oleh bapak dan ibu, Pendidikan non formal yaitu taman pendidikan Al-Qur’an atau madrasah diniyah, mengapresiasikan nilai agama sebagai penunaian kewajiban dan menjadi aktualisasi diri anak terhadap nilai-nilai agama dengan ikhlas. Peranan pendidikan Islam dalam keluarga terhadap tingkah laku remaja adalah aturan dan kebiasaan serta kebersamaan yang dianut oleh anggota keluarga akan lebih memperdalam penghayatan anak terhadap nilai yang berlaku pada keluarga, aspek akhlak banyak mengambil bagian dari aktifitas anak dalam keluarga tidak diutamakan oleh anak, dimana bapak menyampaikan dari nilai akhlak yang mereka ketahui, dan Bimbingan dan dialog dengan anak memberikan tingkat apresiasinya pada kata hati dan logika (nalar). Pemaknaan apresiasi anak terhadap nilai agama tidak hanya didasarkan sebagai hubungan dengan Allah SWT, tetapi juga dalam hubungan dirinya dengan sesama dan keluarga. Nilai-nilai agama dibangun oleh orang tua melalui kebersamaan diantara sesama anggota keluarga, konsistensi dan sejalan anak dengan orang tua, dialog orang tua dengan anak serta membantu anak dalam memilih sahabat dan kawan yang rajin menjalankan perintah agama.
Collections
- Master of Islamic Studies [1664]
