Pelaksanaan Supervisi Kepala Madrasah dalam Meningkatkan Kinerja Guru di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Batur Tegalrejo Ceper Klaten
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mendapatkan gambaran mengenai proses supervisi yang dilakukan kepala madrasah dalam upaya meningkatkan kinerja guru di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Batur Tegalrejo Ceper Klaten. (2) Mengetahui peranan supervisi kepala madrasah dalam meningkatkan kinerja guru di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Batur Tegalrejo Ceper Klaten. (3) Kendala-kendala dan pendukung kepala madrasah dalam meningkatkan kinerja guru di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Batur Tegalrejo Ceper Klaten. Penelitian ini dilaksanakan di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Batur Tegalrejo Ceper Klaten pada semester gasal tahun pelajaran 2010/2011. Data diperoleh dengan menggunakan pengamatan, wawancara, pembuatan catatan lapangan dan penggunaan dokumen. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis kualitatif, yang terdiri dari tiga alur kegiatan yang terjadi secara bersamaan yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Komponen analisis data interaktif ini merupakan upaya berlanjut dan terus menerus. Masalah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan merupakan rangkaian kegiatan analisis yang saling menyusul. Hasil penelitian di MIN Batur Tegalrejo Ceper Klaten ini adalah penelitian yang didasarkan pada dua unsur yaitu Supervisi kepala madrasah dan kinerja guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Supervisi kepala madrasah memiliki pengaruh terhadap peningkatan kinerja guru dalam melaksanakan tugas pokok sebagai pengelola pembelajaran, mulai dari administrasi pengajaran, persiapan mengajar, pelaksanaan pembelajaran sampai kepada evaluasi pengajaran. Dengan demikian, disarankan kepada kepala madrasah untuk mengadakan supervisi secara terprogram dan kontinyu, juga kepada guru hendaknya menyadari akan tugas dan tanggung jawab sebagai guru, berusaha untuk selalu meningkatkan kemampuanya agar menjadi guru yang profesional. Pengembangan media pembelajaran harus mengacu pada kualitas hasil belajar serta proses pembelajaran yang harus mudah diterima oleh peserta didik. Pengembangan metode harus mengacu pada tujuan yang ingin dicapai, karakteristik bahan yang akan diajarkan, tingkat pengetahuan dan kemampuan siswa, situasi kelas dan ruangan belajar harus nyaman, disamping itu sebelum mengajar hendaklah metode itu dipersiapkan terlebih dahulu. Pengembangan evaluasi pembelajaran aspek yang dinilai meliputi kognitif, afektif, psikomotorik. Tes yang dilaksanakan guru harus valid dan realibilitas, baik itu tes lisan, maupun tertulis baik uraian dan obyektif tes harus terlaksana dengan baik.
Collections
- Master of Islamic Studies [1664]
