Persepsi Masyarakat Terhadap Pendidikan Anak Laki-Laki dan Perempuan (Studi Kasus di Desa Kebonsari Kecamatan Kebonsari Kabupaten Madiun)
Abstract
Penelitian ini bertujuan mengetahui dan mendapatkan bukti otentik mengenai persepsi masyarakat Kebonsari terhadap pendidikan anak laki-laki dan perempuan. Secara spesifik dan menarik, pembahasan disini adalah benarkah dalam masyarakat ini terdapat perbedaan dalam memberikan kesempatan pendidikan terhadap anak laki-laki dan perempuan dengan segala motif-motif yang melatar belakanginya. Kendatipun masalah ini mungkin bisa terjadi di daerah lain, namun yang membedakannya adalah kondisi daerah tersebut serta fenomena-fenomena yang ada di masyarakat. Dalam penelitian ini penulis mengadakan penelitian lapangan secara langsung (field research) dengan mengandalkan data primer disamping juga data sekunder. Dianalisis dengan prosentaşe, untuk mengetahui seberapa jauh (berapa persen) tingkat persepsi masyarakat tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pertama: asumsi bahwa anak laki- laki harus lebih tinggi pendidikannya dari anak perempuan 76%, dengan rincian ; setuju 36%, sangat setuju 40%. Sedangkan yang tidak setuju dengan ungkapan tersebut hanya 24%, dari 250 responden. Kedua; asumsi terhadap anak perempuan dalam melanjutkan sekolah 40%, dengan rincian setuju 20%, sangat setuju 20%. Sedangkan yang kurang setuju 24% dan tidak setuju 36% dari 250 responden (lebih jelas pada Tabel III.6 dan III.7, him. 67). Ketiga; persepsi tersebut dimotivasi/dilatarbelakangi oleh beberapa faktor seperti pemahaman terhadap nilai- nilai ajaran agama, pendidikan, sosio kultural disamping pendapatan / perekonomian masyarakat itu sendiri. Dengan persepsi yang terbentuk pada masyarakat Kebonsari tersebut, telah menimbulkan ketidakadilan kesempatan belajar antara anak laki-laki dan perempuan dimana anak laki-laki lebih leluasa dalam melanjutkan pendidikannya dan sebaliknya anak perempuan cenderung dibatasi.
Collections
- Master of Islamic Studies [1664]
