Studi Kasus Kenakalan Remaja Panti Asuhan Yatim Piatu Muhammadiyah Desa Ngadiluwih Kecamatan Matesih Kabupaten Karanganyar
Abstract
Masa remaja adalah masa krisis di mana remaja berusaha untuk mencari identitas diri. Dewasa ini dunia pendidikan sedang dilanda keprihatinan yang sangat mendalam dengan sering terjadinya tindak kenalakan remaja atau yang dikenal dengan sebutan kenakalan remaja yang membawa dampak cukup serius bagi perkembangan dirinya (remaja) dan masyarakat. Berita tentang kenakalan yang dilakukan remaja selalu mengemuka dan yang selalu menjadi sasaran adalah pihak dunia pendidikan, bahkan tidak jarang masyarakat menganggap bahwa rendahnya mutu kelakuan atau kepribadian remaja adalah karena kurang mampunya lembaga terkait dalam mengendalikan psikis siswanya. Permasalahan dalam penelitian ini adalah apa sajakah bentuk kenakalan yang dilakukan oleh remaja, faktor-faktor yang mempengaruhi remaja sehingga melakukan kenakalan dan bagaimana usaha panti dalam menanggulangi kenakalan tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk kenakalan remaja, faktor yang mempengaruhi kenakalan remaja serta usaha panti dalam mengatasi kenakalan remaja Panti Asuhan Yatim Piatu Muhammadiyah Ngadiluwih. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yaitu dengan metode mendetesiskan dan menganalisis hasil penelitian tanpa menggunakan rumus perhitungan, adapun dalam memperoleh data penulis menggunakan observasi langsung, interview kepada para informan, dan dokumentasi. Hasil penelitian yang diperoleh menjelaskan bahwa (1) bentuk kenakalan remaja Panti Asuhan Yatim Piatu Muhammadiyah Ngadiluwih adalah membohongi pengasuh, membolos sekolah, mencuri diantaranya mencuri beras panti dan mencuri ayam milik warga, berkelahi serta terlambat pulang atau keluar panti tanpa ijin khususnya pada malam hari.(2) Faktor penyebab timbulnya berbagai bentuk kenakalan remaja remaja Panti Asuhan Yatim Piatu Muhammadiyah Ngadiluwih berasal dari tiga lingkungan yaitu keluarga, panti dan masyarakat. Penyebab keluarga yaitu keadaan keluarga yang tidak utuh, suasana rumah tidak kondusif dan kurangnya perhatian orang tua kepada anak. Masyarakat tidak mau mengingatkan para remaja. Kenakalan remaja di panti mayoritas didorong oleh pengaruh teman dan kehendaknya sendiri. Kenakalan remaja di panti seringkali disebabkan oleh pengaruh teman dan lingkungan dimana dia tumbuh. (3) Upaya menanggulangi kenakalan remaja Panti Asuhan Yatim Piatu Muhammadiyah Ngadiluwih dilakukan dengan tiga cara yaitu secara preventif, represif dan kuratis. Preventif yang dianggap cukup berhasil adalah mengadakan pendekatan dengati orang tua atau wali serta melakukan pembinaan mental. Cara represif yang cukup berhasil adalah memberi hukuman yang mendidik. Cara kuratif yang dianggap cukup berhasil adalah home visit ke rumah orang tua atau wali.
Collections
- Master of Islamic Studies [1664]
