Penerapan Konsep Syirkah di Bidang Transportasi: Analisa Kerja Sama Pengusaha Angkutan Kendaraan Jalan Raya di Kota Samarinda, Kalimantan Timur
Abstract
Sarana angkutan kendaraan jalan raya merupakan faktor penting dalam mewujudkan perkembangan dan pertumbuhan ekonomi. Hal ini tentunya tidak hanya dirasakan oleh penduduk Kota Samarinda yang berjumlah 521.619 jiwa, akan tetapi dirasakan pula manfaatnya bagi masyarakat Indonesia bahkan segenap "aktifis" ekonomi dunia. Untuk menunjang perwujudan sarana angkutan kendaraan jalan raya yang optimal, kiranya campur tangan pemerintah dirasakan perlu, baik berupa bantuan material maupun finansial. Hingga tidaklah begitu "mengejutkan", jika kemudian pemerintah turut memberikan dukungan melalui merger perusahaan yang bergerak dibidang transportasi. Melihat pernyataan ini, secara tidak langsung menjadi kegelisahan akademik bagi peneliti, dimana peneliti terdorong untuk mengkaji dan memaparkan bentuk kerjasama yang diterapkan oleh pengusaha angkutan kendaraan jalan raya di Kota Samarinda, selanjutnya peneliti mencoba mengkomparasikan temuan di lapangan dengan konsep syirkah (kerjasama) dalam sistem ekonomi Islam. Adapun jumlah populasi dari pengusaha angkutan kota di Samarinda sebanyak 33 orang, dimana peneliti mengambil 5 orang pengusaha yang mengadakan kerjasama dan memiliki kendaraan sebagai populasi sasaran, dan tehnik yang peneliti gunakan dalam penentuan sampel ini bersifat purposive sampling. Selanjutnya peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan etnographik. Dalam metode ini, lebih spesifiknya peneliti menggunakan desain penelitian multi case studies yang merupakan bagian dari pendekatan etnographik. Sedangkan dalam tehnik analisa data, peneliti menggunakan dua tahap analisa, yaitu : analisa data selama peneliti di lapangan dan analisa data setelah peneliti meninggalkan lapangan penelitian. Kemudian peneliti melakukan reduksi data, penyajian hingga penarikan kesimpulan. Metodologi penelitian di atas, digunakan untuk memudahkan peneliti dalam mengkaji, menganalisa dan membuat komparasi antara kerjasama pengusaha angkutan kendaraan jalan raya di Kota Samarinda dengan konsep syirkah (kerjasama) dalam sistem ekonomi Islam. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapatnya titik temu antara kerjasama yang diterapkan selama ini dengan konsep syirkah. Hal ini terindikasikan melalui adanya penggunaan hak kelola (franchise) yang dikeluarkan oleh pengusaha angkutan kendaraan jalan raya di Kota Samarinda kepada pemilik kendaraan. Secara tidak langsung, hal tersebut berimplikasi pada tidak terjadinya pembagian keuntungan dan kerugian dalam kerjasama yang diterapkan selama ini. Sementara dalam syirkah (kerjasama dalam sistem ekonomi Islam), pembagian keuntungan dan kerugian atau yang sering diistilahkan dengan loss and profit sharing merupakan salah satu syarat terbentuknya syirkah.
Collections
- Master of Islamic Studies [1664]
