Hubungan Antara Pendidikan Muhammadiyah dan Sistem Pengkaderannya Menurut Presepsi Siswa dengan Sikap Kritis dalam Memahami Aqidah (Studi di SMU Muhammadiyah Serang Cilegon)
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menemukan ada tidaknya hubungan antara Pendidikan Muhammadiyah dan sistem pengkaderannya menurut persepsi siswa dengan sikap kritis dalam memahami Aqidah Siswa Sekolah Menengah (SMU dan SMK) Muhammadiyah Kabupaten Serang dan Cilegon.Hipotesis yang akan diuji adalah:Terdapat hubungan positif antara Pendidikan Muhammadiyah dengan sikap kritis siswa, dalam memahami Aqidah;Terdapat hubungan positif antara sistem pengkaderan Muhammadiyah menurut persepsi siswa dengan sikap kritis siswa dalam memahami Aqidah;Terdapat hubungan positif antara Pendidikan Muhammadiyah dan sistem pengkaderannya menurut persepsi siswa secara bersama-sama dengan sikap kritis siswa dalam memahami Aqidah.Penelitian ini menggunakan metode Survey dengan populasi target seluruh siswa Sekolah Menengah Muhammadiyah Kabupaten Serang dan Cilegon, yang terdiri dari SMU Muhammadiyah Serang, SMU Muhammadiyah Cilegon, dan SMK (SMEA) Muhammadiyah Serang. Sampel diambil dengan teknik Proporsional Random Sampling.Instrumen untuk Pendidikan Muhammadiyah dan sikap kritis dalam memahami Aqidah didasarkan pada content validity, sedangkan persepsi siswa tentang sistem pengkaderan Muhammadiyah didasarkan pada fact validity. Keterandalan dihitung dengan rumus Alpha Cronbach. Hasil ujicoba instrumen menunjukkan bahwa keterandalan masing-masing instrumen adalah sebagai berikut: Pendidikan Kemuhammadiyahan mempunyai $r_{11} = 0,71$, sistem pengkaderan Muhammadiyah menurut persepsi siswa mempunyai $r_{11} = 0,821$, dan sikap kritis siswa dalam memahami Aqidah mempunyai $r_{11} = 0,828$. Untuk menganalisis data digunakan persamaan sederhana dan regresi sederhana maupun ganda.Hasil penelitian menyimpulkan hal-hal sebagai berikut:Pertama, terdapat hubungan positif antara Pendidikan Muhammadiyah ($X_1$) dengan sikap kritis dalam memahami Aqidah ($Y$) dengan persamaan: $\hat{Y} = 78,21 + 0,66 X_1$ dan koefisien korelasi $ry_1 = 0,66$ yang signifikan pada taraf signifikansi $\alpha = 0,5$.Kedua, terdapat hubungan positif antara sistem pengkaderan Muhammadiyah menurut persepsi siswa ($X_2$) dengan sikap kritis dalam memahami Aqidah ($Y$) dengan persamaan regresi $\hat{Y} = 36,92 + 0,61 X_2$ dan koefisien korelasi $ry_2 = 0,61$ yang signifikan pada taraf signifikansi $\alpha = 0,5$.Ketiga, terdapat hubungan positif antara Pendidikan Muhammadiyah ($X_1$) dan sistem perkaderannya menurut persepsi siswa ($X_2$) secara bersama-sama dengan sikap kritis dalam memahami Aqidah ($Y$) dengan koefisien korelasi $Ry_{.1.2} = 0,72$ yang signifikan pada taraf signifikansi $\alpha = 0,5$.Hasil penelitian ini dapat berguna bagi peningkatan pembinaan Perguruan Muhammadiyah melalui kegiatan pembelajaran Kemuhammadiyahan dan penyempurnaan sistem pengkaderannya, sehingga dapat berjalan secara sinergis antara aktivitas intra kurikuler yang dilaksanakan oleh sekolah secara formal dengan aktivitas ekstra kurikuler yang ditangani oleh Ikatan Remaja Muhammadiyah (IRM).
Collections
- Master of Islamic Studies [1664]
