| dc.description.abstract | Penelitian ini berangkat dari keprihatinan peneliti terhadap kepemimpinan pengasuh/pimpinan pondok KH. Moh. Ali Cholil, khususnya dalam posisi beliau sebagai Kiai Pondok Pesantren Syaichona Cholil Balikpapan. Dari mempersiapkan gedung-gedung sekolah dan asrama dan usaha pondok lainnya, namun sering tidak sesuai dengan harapan. Saat ini Kiai telah memprakarsai berdirinya KONSAIN yang bergerak di bidang penanaman saham kelapa sawit yang hasilnya diperuntukkan untuk lembaga pendidikan, pondok pesantren, mushola, masjid dan sebagainya. Walaupun dalam menjalankan usahanya, banyak tingkat kegagalannya daripada kesuksesannya. Namun, Kiai yang tidak hanya memikirkan pondoknya sendiri serta tak pernah putus asa dalam mencoba segala hal menginspirasi peneliti untuk lebih mendalami lagi tentang bagaimana Gaya kepemimpinan Kiai dalam mengembangkan Pondok Pesantren Syaichona Cholil Balikpapan, serta kebijakan apa saja yang sudah dan belum Kiai lakukan dan faktor kendalanya bagi pengasuh pimpinan dalam mengembangkan pondok. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan kemudian menganalisa Gaya kepemimpinan pengasuh pondok yang bertanggungjawab atas roda kehidupan di Pondok Pesantren Syaichona Cholil Balikpapan. Penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan (field research) dengan metode kualitatif. Dan untuk mengkaji penelitian ini dengan pengumpulan data melalui wawancara, dokumentasi, observasi. Setelah data terkumpul dilakukan pemilahan data yang sesuai dengan kebutuhan penelitian. Analisa data dengan teknik triangulasi. Menggunakan metode induktif serta komparatif dari berbagai teori dan kemudian dilakukan kesimpulan. Gaya Kepemimpinan Kiai dalam Mengembangkan Pondok Pesantren Syaichona Cholil adalah Gaya kepemimpinan paternalistic dan free rein leadership. Sedangkan kebijakan kiai yang sudah terlaksana diantaranya, mendirikan lembaga pendidikan dari tingkat TK hingga perguruan tinggi, mendirikan biro pendidikan dan pengajaran, Biro Pembangunan, Biro Dakwah Sosial, mendirikan Badan Usaha Milik Pesantren, mengaktifkan pengajian kitab kuning dan membuat buku Amsilah Syaikhina cara cepat membaca kitab kuning,membuat terobosan pengganti BBM dengan menanam pohon jarak, memelopori berdirinya KONSAIN, menjual tanah kuburan kavlingan, mendirikan pondok cabang, mendirikan masjid dan mushola baik di Balikpapan atau diluar Balikpapan, mendirikan wisma untuk disewakan. Sedangkan kebijakan kiai yang belum terlaksana adalah penerapan bahasa arab dalah kehidupan sehari-hari. Adapun faktor kendala bagi pengasuh/pimpinan dalam mengembangkan pondok adalah karena kurangnya SDM yang ada yang dapat membina, memantau, menggawangi dan membimbing para santri. | en_US |