| dc.description.abstract | Jamaah tabligh sebuah gerakan Dakwah Islam yang mengajak manusia taat kepada Allah ikut cara Rasululah SAW. Jamaah Tabligh didirikan pada akhir dekade 1920 an oleh Maulana Muhammad Ilyas Kandhalawi di mewat, sebuah provinsi di India. Nama Jamaah Tabligh hanyalah merupakan sebutan bagi mereka yang menyampaikan, sebenarnya usaha ini tidak mempunyai nama tetapi cukup Islam saja tak ada yang lain. Markaz Internasional pusat tabligh di Nizzamudin India. Kemudian setiap Negara mempunyai markaz pusat Nasional, dari markaz pusat dibagi markaz-markaz daerah. Kemudian dibagi lagi menjadi markaz kecil yang disebut Halaqah. Kegiatan di halaqah adalah musawarah mingguan, sebulan sekali mereka keluar 3 hari, setahun 40 hari dan seumur hidup minimal 4 bulan. Sewaktu khuruj, kegiatan di isi dengan ta'lim (membaca hadist), Jaulah (mengunjungi rumah-rumah disekitar Masjid tempat khuruj dengan tujuan mengajak kembali kepada Islam yang kaffah), bayan, mudzakarah, (menghafal) enam sifat sahabat, karkuzari (memberi laporan harian pada Amir) dan musawarah. Selama masa khuruj mereka i'tikaf di Masjid. Banyaknya anggota jamaah tabligh setelah keluar 40 hari menunjukkan akhlak yang baik terhadap diri, keluarga, dan lingkungan semakin rajin beribadah dan selalu menjaga shalat berjamaah di masjid. Adapun tujuan penelitian untuk mengetahui kegiatan apa saja yang dilakukan ketika mereka Khuruj selama 40 hari, dan nilai-nilai akhlaqul karimah apa saja yang diperoleh selama keluar 40 hari yang menjadi mereka setelah keluar 40 menunjukkan akhlak yang semakin baik. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (Field research). Sumber data berasal dari manusia (Anggota Jamaah tabligh yang pernah keluar 40 hari) dan non Manusia (dokumen, buku yang ada hubungannya dengan penelitian). Tehnik pengumpulan datanya dengan observasi, wawancara, dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mereka yang telah keluar 40 hari menunjukan akhlak yang lebih baik sebelum mereka keluar 40 hari diantaranya, semakin rajin beribadah, menjaga shalat berjamaah di masjid dan membaca al-quran. Menjaga taat kepada Amir, menjaga kehormatan masjid, menjaga sifat sabar dan tahan uji. Sebagian besar responden akan senang dengan perubahan itu. | en_US |