| dc.description.abstract | Tidak optimalnya pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di tingkat Sekolah Menengah Pertama banyak hal yang mempengaruhi, salah satu di antaranya adalah model dan strategi pembelajaran yang kurang aktif, kreatif, inovatif dan menyenangke (menyenangkan), sehingga siswa menjadi pasif dan bosan. Pengembangan pembelajaran yang diperlukan adalah pembelajaran yang kreatif dan inofatif (inovatif) yang memberikan situasi kondusif dalam pengembangan daya nalar kreatifitas siswa, salah satunya adalah model kooperatif Tipe Reading Rolling Text (RRT). Penulisan tesis ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Reading Rolling Text (RRT) terhadap minat dan hasil belajar sejarah kebudayaan Islam pada siswa di SMP Al Firdaus Mertoyudan Magelang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Penelitian ini menggunakan dua sampel yang berbeda yaitu siswa kelas VIII SMP Al-Firdaus sebagai kelompok eksperimen sebanyak 20 siswa dan SMP Muhammadiyah Tempuran sebagai kelompok kontrol sebanyak 20 siswa. Kelompok eksperimen merupakan kelompok yang mendapat perlakuan metode kooperatif Tipe Reading Rolling Text (RRT), sedangkan kelompok kontrol tidak mendapatkan perlakuan apapun dan bersifat pengontrol kelompok eksperimen. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode angket dan tes. Sedangkan teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran Reading Rolling Text (RRT) berpengaruh terhadap minat belajar pada siswa SMP Al Firdaus Mertoyudan Magelang. Sebelum dilakukan model pembelajaran Reading Rolling Text (RRT) minat belajar siswa dalam kategori sedang meningkat menjadi kategori tinggi. Model pembelajaran Reading Rolling Text (RRT) berpengaruh terhadap hasil belajar SKI pada siswa SMP Al Firdaus Mertoyudan Magelang. Sebelum dilakukan model pembelajaran Reading Rolling Text (RRT) nilai rata-rata baru mencapai 7,1 dan siswa tuntas belajar 60%. Setelah dilakukan model pembelajaran Reading Rolling Text (RRT) nilai rata-rata siswa meningkat menjadi 8,8 dengan siswa tuntas belajar mencapai 95%. | en_US |