Show simple item record

dc.contributor.authorRobbayani
dc.date.accessioned2026-03-03T04:53:29Z
dc.date.available2026-03-03T04:53:29Z
dc.date.issued2004
dc.identifier.urihttps://dspace.uii.ac.id/123456789/60926
dc.description.abstractKetahanan kehidupan keluarga, sebagai lembaga sosial terkecil yang seharusnya tampil sebagai lembaga sakral, dihadapkan dengan tantangan. Keluarganya yang perkembangannya mulus akan menjadi sorga bagi pemiliknya, ada juga yang perkembangannya negatif akan menjadi neraka bagi pemiliknya. Bagi keluarga muslim, pendekatan agama sebagai salah satu faktor untuk menghindarkan keluarga dari krisis, terutama krisis nilai agama dan menjadikan keluarga sebagai lembaga ketahanan akhlak manusia. Agama dan keluarga saling memberi dukungan terhadap stabilnya kehidupan. Jika agama kuat, maka keluargapun berkwalitas. Begitu sebaliknya; bila keluarga kita tidak kuat agamanya dan nilai-nilai agamanya lemah, maka kondisi dan situasi keluarga negatif. Nilai-nilai agama yang dianjurkan dalam keluarga muslim dan aktualisasikan nilai-nilai tersebut oleh orang tua terhadap anak mengungkap makna bagaimana orang tua mendorong dan membantu anak untuk memiliki nilai-nilai agama dalam kehidupan. Hal inilah, yang merespon penelitian ini untuk mengungkap nilai-nilai agama manakah (keimanan, ibadah dan akhlak) yang dominan dalam kehidupan agama. Ketauladanan konsistensi antara bahasa lisan dan bahasa perbuatan, bimbingan serta keberumahan dan keorangtuaan bagi bapak dan ibu dalam keluarga, menyadari akan pentingnya nilai-nilai agama untuk dimiliki oleh anak. Tingkat apresiasi anak dalam mendidik nilai-nilai agama pada umumnya secara kata hati, sedang nalar dan naluri terjadi bila pertentangan antara aktualisasi orang tua dengan yang difahami oleh anak (perilaku agresif). Studi ini diselenggarakan dengan pendekatan kualitatif naturalistik yang dilakukan pada dua keluarga muslim di kelurahan Baleharjo kec./ kab. Pacitan. Teknik yang digunakan adalah observasi dan wawancara. Dari hasil penelitian menyingkap bahwa orang tua memiliki kewibawaan dan kepercayaan bagi anak dalam perilaku agama segala upaya dimaknai sebagai bantuan dan arahan dalam memiliki nilai agama (keimanan, ibadah dan akhlak) yang terakomodasi menurut kebutuhannya. Rekomendasi dari hasil penelitian ini adalah mempertahankan keberumahan, dan keorangtuaan (pendidik) dalam keluarga dapat membangun kepercayaan dan wibawa orang tua terhadap anak. Keterlibatan tokoh agama dan masyarakat serta pejabat setempat, menjamin terciptanya keserasian dan harmonisasi antara kehidupan keluarga muslim dengan lainnya dalam masyarakat.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectPendidikanen_US
dc.subjectKeluargaen_US
dc.subjectMuslimen_US
dc.titlePendidikan Keluarga Muslim (Studi Kasus di Kelurahan Balerejo Kec./ Kab Pacitan)en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM2022075


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record