Analisis Konsentrasi Logam Berat dalam PM 2.5 di Udara Ambient dan Risiko Kesehatan pada Masyarakat di Pemukiman Sekitar Tempat Pengolahan Sampah
Abstract
Peningkatan aktivitas pengolahan sampah dan lalu lintas berpotensi memperburuk
kualitas udara melalui partikel halus PM2.5 yang membawa logam berat dan menimbulkan
dampak kesehatan bagi masyarakat di sekitarnya. Penelitian ini menganalisis konsentrasi Pb,
Cd, Cr, dan As pada PM2.5 di empat permukiman sekitar tempat pengolahan sampah dan
menilai risiko kesehatan menggunakan alat High Volume Air Sampler (HVAS) dengan
durasi 24 jam, analisis destruksi mengacu SNI 7119-4:2017, setelah itu di lakukan analisis
sample menggunakan Inductively Coupled Plasma-Mass Spectrometry (ICP-MS), serta
perhitungan HQ, HI, dan CR untuk skenario realtime dan lifetime. Konsentrasi logam berat
Pb (0,032–0,088 μg/m3), Cd (0,008–0,024 μg/m3), Cr (0,100–0,176 μg/m3), dan As (0,143–
0,336 μg/m3) dalam PM2,5 di permukiman sekitar UPS Yogyakarta masih berada di bawah
baku mutu PP No. 22 Tahun 2021, dengan nilai tertinggi tercatat di Kranon dan Giwangan
dibandingkan Nitikan dan Karangmiri, risiko non karsinogenik realtime tergolong rendah (HI
< 1) sedangkan risiko karsinogenik lifetime berada pada kisaran 10−6–10−5 dengan Cr dan Cd
sebagai kontributor utama, sehingga paparan kronis jangka panjang tetap perlu diwaspadai.
Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan pengendalian emisi dari aktivitas
pengolahan sampah dan sumber lain di sekitar permukiman, pemantauan kualitas udara
secara berkala, dan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya logam berat.
Collections
- Environmental Engineering [1831]
