• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Mathematics and Natural Sciences
    • Pharmacy
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Mathematics and Natural Sciences
    • Pharmacy
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Evaluasi Kesesuaian Dosis dan Hasil Terapi Pada Pasien Tuberkulosis di Puskesmas Kabupaten Sleman

    Thumbnail
    View/Open
    21613244.pdf (1.430Mb)
    Date
    2025
    Author
    Paputungan, Tassya Marcella
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Latar belakang: Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit infeksi kronis yang masih menjadi masalah kesehatan global. Indonesia menempati peringkat ketiga kasus TB terbanyak di dunia pada 2020. TB berisiko menimbulkan komplikasi serius hingga kematian bila tidak ditangani optimal. Evaluasi kesesuaian dosis dan hasil terapi TB penting dilakukan untuk menilai efektivitas pengobatan, terutama di tingkat layanan primer. Tujuan: Mengetahui profil pengobatan, kesesuaian dosis, serta hasil terapi pada pasien TB di Puskesmas Kabupaten Sleman. Metode: Penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional menggunakan data retrospektif rekam medis pasien TB rawat jalan. Variabel yang dianalisis meliputi jenis obat, dosis, durasi, dan frekuensi pemberian. Analisis deskriptif digunakan untuk menggambarkan karakteristik pasien, profil pengobatan, evaluasi kesesuaian dosis dan hasil terapi, sedangkan uji statistik spearman rank digunakan untuk melihat hubungan antara kesesuaian dosis dengan keberhasilan terapi. Hasil: Mayoritas responden berusia 25–45 tahun (33%), laki-laki (58%), tidak bekerja (28%), terdiagnosis TB paru (91%), tidak memiliki penyakit kronis (96%), berdasarkan status gizi 47% underweight dan sebagian besar pasien merupakan kasus TB baru (99%) dengan diagnosa awal Rifampisin sensitif (73%). Profil pengobatan menunjukkan mayoritas menerima terapi kategori 1 (2HRZE/4HR) yaitu kombinasi obat isoniazid (H), rifampisin (R), pirazinamid (Z), dan etambutol (E) selama 2 bulan, dilanjutkan dengan isoniazid (H) dan rifampisin (R) selama 4 bulan dengan pemberian 1 kali sehari diminum setiap hari. Hasil terapi menunjukkan 97% pasien berhasil menyelesaikan pengobatan. Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan antara kesesuaian dosis dengan keberhasilan terapi, sehingga dosis OAT yang tepat dapat meningkatkan peluang keberhasilan pengobatan.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/60903
    Collections
    • Pharmacy [1895]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV