Evaluasi Kesesuaian Dosis dan Hasil Terapi Pada Pasien Tuberkulosis di Puskesmas Kabupaten Sleman
Abstract
Latar belakang: Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit infeksi kronis yang masih
menjadi masalah kesehatan global. Indonesia menempati peringkat ketiga kasus TB
terbanyak di dunia pada 2020. TB berisiko menimbulkan komplikasi serius hingga
kematian bila tidak ditangani optimal. Evaluasi kesesuaian dosis dan hasil terapi TB
penting dilakukan untuk menilai efektivitas pengobatan, terutama di tingkat layanan
primer.
Tujuan: Mengetahui profil pengobatan, kesesuaian dosis, serta hasil terapi pada
pasien TB di Puskesmas Kabupaten Sleman.
Metode: Penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional
menggunakan data retrospektif rekam medis pasien TB rawat jalan. Variabel yang
dianalisis meliputi jenis obat, dosis, durasi, dan frekuensi pemberian. Analisis
deskriptif digunakan untuk menggambarkan karakteristik pasien, profil
pengobatan, evaluasi kesesuaian dosis dan hasil terapi, sedangkan uji statistik
spearman rank digunakan untuk melihat hubungan antara kesesuaian dosis dengan
keberhasilan terapi.
Hasil: Mayoritas responden berusia 25–45 tahun (33%), laki-laki (58%), tidak
bekerja (28%), terdiagnosis TB paru (91%), tidak memiliki penyakit kronis (96%),
berdasarkan status gizi 47% underweight dan sebagian besar pasien merupakan
kasus TB baru (99%) dengan diagnosa awal Rifampisin sensitif (73%). Profil
pengobatan menunjukkan mayoritas menerima terapi kategori 1 (2HRZE/4HR)
yaitu kombinasi obat isoniazid (H), rifampisin (R), pirazinamid (Z), dan etambutol
(E) selama 2 bulan, dilanjutkan dengan isoniazid (H) dan rifampisin (R) selama 4
bulan dengan pemberian 1 kali sehari diminum setiap hari. Hasil terapi
menunjukkan 97% pasien berhasil menyelesaikan pengobatan.
Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan antara kesesuaian dosis dengan
keberhasilan terapi, sehingga dosis OAT yang tepat dapat meningkatkan peluang
keberhasilan pengobatan.
Collections
- Pharmacy [1895]
