• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Thesis
    • Master of Islamic Studies
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Thesis
    • Master of Islamic Studies
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Perbedaan Keaktifan Belajar Mata Pelajaran Qurán Hadits di Kelas Antara Siswa Lulusan dari SD dan MI di MTsN Margadana Kota Tegal

    Thumbnail
    View/Open
    10913108.pdf (4.987Mb)
    Date
    2013
    Author
    Saefurochman, Slamet
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Tesis ini mengkaji tentang sejauh mana perbedaan keaktifan siswa dalam kelas ketika belajar mata pelajaran Qurán Hadits dengan perbedaan latar belakang mereka yaitu siswa lulusan dari SD maupun MI. Tujuan yang ingin dicapai adalah untuk meneliti adakah perbedaan keaktifan mereka di kelas dalam mempelajari Quran Hadits dengan pengetahuan awal yang berbeda yang dialami oleh siswa MTSN Margadana Kota Tegal. Metode Penelitian ini bersifat kuantitatif. Dengan teknik pengambilan sampel secara acak proporsional dan melihat strata/ jenjang kelas sesuai jumlah yang ada. Respondennya 10% dari jumlah populasi sebanyak 573 siswa, yaitu 60 siswa yang terdiri dari 30 siswa SD 30 dan siswa lulusan MI. Alat pengumpulan datanya berupa angket yang sebelumnya diuji validitas dan reliabilitasnya, selain itu menggunakan observasi dan dokumentasi sebagai alat pengumpul data pendukung. Untuk menganalisis data menggunakan bantuan SPSS melalui t-test sebagai alat uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa thitung sebesar 10.057 sedangkan tabel pada taraf signifikansi 0.05 dengan dk(60-2) = 58 sebesar 1.645. Karena thitung (10.923) tabel (1.645), maka dapat dijelaskan bahwa hipotesis yang diajukan diterima Karena ada perbedaan keaktifan di kelas yang signifikan antara siswa yang berasal dari SD dan yang dari MI dalam mempelajari mata pelajaran Qurán Hadits. Dengan kata kata Lulusan MI lebih aktif dibandingkan lulusan SD ketika proses belajar mengajar Qurán Hadits berlangsung, karena siswa MI lebih dahulu memiliki pengalaman dan pengetahuan dalam mapel tersebut. Dimana porsi Pelajaran Pendidikan Agama Islam di MI lebih banyak yaitu sejumlah 10 jam pelajaran, sedangkan di SD hanya 2 jam pelajaran. Setelah mengetahui hasil penelitian ini diharapkan bisa dijadikan pedoman bagi Pengelola Madrasah untuk mengambil kebijakan dan program-program yang tepat sehingga dapat mengurangi perbedaan keaktifan belajar pada siswa yang berbeda latar belakangnya.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/123456789/60894
    Collections
    • Master of Islamic Studies [1680]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV