| dc.description.abstract | Penelitian ini berjudul "Pengaruh Tingkat Suku Bunga Deposito di Bank Konvensional dan Tingkat Bagi Hasil Deposito Mudarabah terhadap Volume Deposito Mudarabah di Bank Syariah Mandiri Periode Januari 2006-November 2010. Sesuai dengan judulnya maka fokus penelitian ini adalah volume deposito mudārabah di BSM. Alasan dijadikannya deposito mudārabah sebagai sentral dari penelitian ini apakah pertumbuhan deposito mudārabah di bank syariah, khususnya BSM itu dipengaruhi oleh pergerakan suku bunga deposito di bank konvensional maupun nisbah bagi hasil dari deposito mudārabah itu sendiri. Jika kedua faktor tersebut mampu menjelaskan pengaruhnya terhadap pertumbuhan deposito mudārabah di BSM, maka hal tersebut bisa dijadikan acuan bagi pihak BSM untuk mengukur kinerja keuangannya, terutama dalam menghimpun dana pihak ketiga (DPK) dari nasabah. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dua faktor yang mempengaruhi kecenderungan nasabah berinvestasi dalam bentuk deposito mudārabah. Faktor-faktor itu adalah tingkat suku bunga bank konvensional dan tingkat bagi hasil dari deposito mudārabah. Subyek dari penelitian ini adalah Bank Syariah Mandiri, dan obyeknya adalah Laporan Keuangan BSM dan Statistik Ekonomi Keuangan Indonesia (SEKI) BI, mulai dari bulan Januari 2006 hingga November 2010 (59 pengamatan). Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah análisis regresi linier statik. Model statik yang digunakan adalah metode kuadrat terkecil biasa (Ordinary Least Square) dan didukung oleh uji asumsi klasik. Hasil yang didapat dari penelitian ini adalah pertama tingkat suku bunga (TSB) menunjukkan hubungan yang negatif dan signifikan terhadap volume deposito mudārabah (DM), yaitu sebesar 0,0140. Angka ini bisa dimaknai bahwa setiap penurunan suku bunga sebesar 1% maka akan mengakibatkan kenaikan volume deposito mudārabah sebesar Rp. 1.4 triliun. Kedua, tingkat bagi hasil (TBH) menunjukkan hubungan yang positif dan signifikan terhadap volume deposito mudārabah (DM), yaitu sebesar 0,0775. Angka ini bisa dimaknai bahwa setiap kenaikan 1% bagi hasil dapat mengakibatkan kenaikan volume deposito mudārabah sebesar Rp. 7.75 triliun. Ketiga, nilai R sebesar 0,5877 (58,77%). Hal ini berarti kedua variabel bebas (TSB dan TBH) itu secara serentak mampu menjelaskan 58,77% perubahan yang terjadi pada variabel terikatnya (volume DM). Sedangkan 41,23% perubahan lainnya dijelaskan oleh variabel-variabel lain di luar kedua variabel tersebut, misalnya: tingkat pendapan nasabah, minat nasabah terhadap produk bank syariah, kualitas pelayanan di bank syariah, maupun kondisi ekonomi atau perbankan di Indonesia pada saat itu. | en_US |