| dc.description.abstract | Pendidikan Islam merupakan proses yang melakukan transfer ilmu pengetahuan dan nilai-nilai sekaligus (knowledge and values). Orientasi dari proses transformasi tersebut bermuara pada sebuah tujuan substansial pendidikan Islam yaitu menghadirkan manusia-manusia aktif penggerak sejarah dengan kepribadian yang terbentuk secara paripurna. Namun pada kenyataannya fakta berbicara berbeda dengan idealisme yang seharusnya dihadirkan oleh pendidikan Islam. Banyak permasalahan yang menuntut untuk segera dievaluasi dan dibenahi dari sistemnya yang bersifat formalitas maupun yang bersifat substansial. Hal ini juga berimbas pada kualitas kehidupan umat dan dunia Islam secara keseluruhan. Diantara permasalahan yang mengganggu perkembangan pendidikan Islam adalah diskursus tentang dikotomi pendidikan Islam, moralitas, penjajahan hingga tercerai-berainya umat Islam. Pendidikan Islam harus keluar dari kungkungan permasalahan-permasalahan tersebut, atau mengeluarkan umat dari permasalahan tersebut, kalau tidak ingin kembali mengalami kemunduran dan stagnasi dalam pemikiran, peradaban dan aspek-aspek lainnya. Bila kita kembali terjebak kedalam lingkaran kelam itu, maka kita tidak akan pernah bisa bangkit selamanya. Kondisi yang tidak kondusif ini mengundang para cendikiawan muslim untuk segera bertindak mengusahakan solusi terbaik. Diantara mereka hadir Hasan Al-Banna dengan Tarbiyah dan pembaharuanya yang direpresentasikan dengan Ikhwanul Muslimin yang didirikannya. Untuk mendapatkan pemahaman yang utuh tentang dakwah tarbiyah yang dilakukan Al-Banna sebagai bagian dari proses penyadaran umat, maka dihadirkan tesis ini untuk membuka dinamika itu. Permasalahan yang ditelaah dalam kajian tesis ini adalah konsep dan konstruksi pemikiran pendidikan Al-Banna, kemudian telaah terhadap operasional tarbiyahnya yang dispesifikasi pada sistem usrah dalam Tarbiyah Ikhwanul Muslimin, yang sedikit menyentuh kurikulum. Selanjutnya analisa terhadap pemikiran dan konstruksi pendidikan Al-Banna serta sistem usrah-nya, analisa ini berlanjut pada tahap aktualisasinya terhadap pengembangan pendidikan Islam. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan kajian pustaka (library research). Dengan menggunakan pendekatan sejarah dan pendekatan tematis. Sedang metodologi yang digunakan yaitu; Induktif yang menganalisis data-data yang bersifat khusus, kemudian diambil suatu kesimpulan yang bersifat umum; Analisis Taksonomi yang memusatkan perhatian pada domain tertentu yaitu domain usrah dalam tarbiyah Ikhwanul Muslimin; Komparatif untuk membandingkan gagasan Al-Banna dengan beberapa pandangan tokoh lain, terakhir deskriptif-analitis untuk menemukan fakta dengan interpretasi yang tepat. Secara umum konstruksi pemikiran al-Banna mengenai pendidikan Islam, hemat penulis, masih bersifat global, ideal dan normatif. Pendidikan yang diharapkan mampu mengarahkan pesertanya pada perubahan dalam bentuk pola pikir dan perilaku (kepribadian). Berupa hadirnya output pendidikan yang memiliki kepribadian yang tidak hanya salih, namun juga mampu membuat orang lain menjadi salih (Shalih linafsihi wa muslih lighairihi). | en_US |