Hubungan Timbal Balik Pendidikan Agama Islam antara di Rumah dan Sekolah dalam Pembentukan Akhlak Siswa di SDN Siraman III, Siraman, Wonosari, Gunungkidul
Abstract
Untuk mengungkapkan hubungan timbal balik pendidikan agama Islam dapat diketahui dengan melihat seberapa besar peran guru agama Islam dalam upaya merealisir tujuan pendidikan agama Islam dalam meningkatkan ketaqwaan siswa dan juga seberapa besar peran orang tua dalam memberikan dukungan kepada anak. Peran orang tua dan guru dalam pendidikan agama Islam sangat berpengaruh dalam mewujudkan tujuan pendidikan agama Islam dalam membentuk akhlak siswa untuk mengatasi permasalahan-permasalahan juga untuk menanggulangi krisis moral yang sekarang banyak terjadi pada usia anak-anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana peranan orang tua dan guru dalam pendidikan agama bagi siswa dan pentingnya hubungan diantara keduanya dalam pembentukan akhlak siswa. Penelitian ini bersifat deskriptif-kuantitatif untuk melihat profesionalisme guru agama dalam proses pembelajaran pendidikan agama Islam serta upaya-upaya yang dilakukan dalam pembentukan akhlak siswa serta untuk menggambarkan peranan orang tua dalam pendidikan agama Islam untuk mendukung tercetaknya generasi muda yang berakhlak Islami. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa SDN Siraman III dan sample dari penelitian ini adalah 66 siswa dan 2 orang guru agama Islam. Ada beberapa teknik pengumpulan data, observasi dilakukan untuk melihat kondisi nyata guru agama dan siswa dalam proses KBM, wawancara digunakan untuk melihat pemahaman responden baik dari guru, siswa dan orang tua tentang pentingnya hubungan timbal balik pendidikan agama tersebut. Sedangkan angket dimaksudkan untuk mengukur sejauh mana peranan orang tua dan guru dalam memberikan pendidikan agama Islam. Hasil penelitian menunjukan bahwa hubungan timbal balik di SDN Siraman III terjalin dengan baik, dibangun dengan menggunakan pendidikan iman dan taqwa, pendidikan cara berperilaku, dengan contoh yang baik, pembinaan mental dan jiwa siswa dengan cara memberi perhatian, nasihat motivasi, pengawasan dan sarana untuk siswa. Rumah, sekolah serta sarana prasarana yang ada masing-masing unsur saling terkait dalam proses pendidikan agama, sehingga diperlukan upaya agar pendidikan agama lebih dihayati dan dimaknai agar siswa menjadi insan kamil (manusia sempurna). Hasil penelitian ini dapat memberikan nilai tambah bagi peran orang tua dan guru untuk lebih meningkatkan pendidikan agama Islam kepada siswa. Terpenting dalam penelitian ini adalah upaya untuk lebih meningkatkan perhatian orang tua dan guru dalam memberikan pendidikan agama kepada siswa dan menjadikan pendidikan agama lebih bermakna dan menjadi bekal bagi siswa dalam menjalani kehidupan yang akan datang agar tidak terjerumus dalam arus globalisasi yang semakin mengkhawatirkan.
Collections
- Master of Islamic Studies [1680]
