Bathoro Katong dan Pendidikan Dakwah Islamiyah di Ponorogo
Abstract
Tesis ini merupakan penelitian sejarah, tentang Bathoro Katong dan Pendidikan Dakwah Islamiyah di Ponorogo. Didaerah Ponorogo, ada salah satu makam yang dikeramatkan, dijadikan tempat Wisata Religious, yaitu makamnya Bathoro Katong. Beliau seorang tokoh penyiar agama Islam, yang hidup pada abad lima belas. Usaha penyiaran agama Islam yang dilakukan Bathoro Katong bertitik tolak kepada penghayatan iman, sebagai kewajiban setiap muslim untuk menyampaikan Dakwah Islamiyah, lebih-lebih didasari mandat dari kakaknya Raden Patah, sekaligus sebagai raja Demak satu-satunya kerajaan Islam di Jawa. Ponorogo yang masyarakatnya masih beragama Hindu Budha waktu itu, Bathoro Katong perlu mempersiapkan mental dan strategi dan dukungan berbagai fihak, untuk memperoleh keberhasilan dakwah Islamiyah. Dakwah masa itu, yang memperoleh dukungan para walisongo, (dakwah abad XV-XVI di Jawa), untuk kelancaran dan keberhasilan Dakwah Islamiyah yang dilakukan Bathoro Katong dengan damai, disebelah timur Gunung Lawu sampai Blambangan, lebih khusus di Ponorogo, adalah mengakulturasikan budaya setempat dengan ajaran Islam dalam berbagai aspek kehidupan. Didasari ketulusan hati dengan semangat yang kuat, dan didukung strategi yang mantap dan jitu, ajaran-ajaran Islam dihayati dan disampaikan sesuai dengan keadaannya waktu itu, (lima abad yang lalu), buahnya dapat dirasakan hingga sekarang, selalu diingat dan dicatat dalam sejarah. Ponorogo yang dahulu masyarakatnya, beragama Hindu Budha, sekarang hampir seratus persen beragama Islam. Memiliki puluhan pondok pesantren, ribuan masjid dan muṣalla. Diantara pondok pesantren yang memiliki prestasi di tingkat nasional, dikenal di dunia internasional, adalah Pondok Modern Gontor yang embrio ajarannya adalah pendidikan Dakwah Islamiyah yang dilakukan Bathoro Katong. Yang hasilnya dapat dirasakan oleh masyarakat Ponorogo hingga sekarang.
Collections
- Master of Islamic Studies [1680]
