Show simple item record

dc.contributor.authorYakin, Nunu Nurul
dc.date.accessioned2026-02-25T03:11:01Z
dc.date.available2026-02-25T03:11:01Z
dc.date.issued2010
dc.identifier.urihttps://dspace.uii.ac.id/123456789/60824
dc.description.abstractDi SMK As-Saabiq Singaparna Kabupaten Tasikmalaya metode demonstrasi dan eksperimen tersebut kurang disosialisasikan. Karena berbagai hambatan yang menyertainya yakni keterbatasan alat peraga sebagai media pengajaran guru. Maka siswa cenderung memperoleh informasi tentang praktek shalat ini hanya sekedar verbal saja, dan kemungkinan terjadinya verbalisme itu sangat besar. Verbalisme merupakan segala yang terjadi di sekolah, karena siswa mengenal atau menerima informasi tersebut hanya secara kata-kata yang tidak diiringi dengan pemahaman artinya. Selain itu, kurangnya pengembangan metode pembelajaran, metode yang biasa digunakan dalam pembelajaran bersifat konvensional atau ceramah, sehingga proses pembelajaran berpusat pada guru. Padahal yang diharapkan adalah pembelajaran menggunakan metode demonstrasi dan eksperimen yang melibatkan siswa aktif secara menyeluruh, fisik maupun mental. Dengan demikian potensi yang dimiliki siswa dapat berkembang sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Untuk mengatasi hal tersebut di atas, maka penggunaan metode demonstrasi dan eksperimen sebagai metode alternatif dalam pembelajaran dimana seorang guru dapat menunjukkan kepada siswa tentang materi yang berkenaan dengan materi pembelajaran. Sehingga kemampuan siswa dalam pembelajaran dapat meningkatkan efektifitas dan hasil belajar siswa. Dalam melaksanakan penelitian ini penulis menggunakan metode deskriptif. Hal ini mengingat karena penelitian ini bertujuan mengungkapkan data di lapangan yaitu dengan menguraikan dan menginterpretasikan sesuatu secara objektif terhadap sesuatu yang terjadi pada waktu penelitian dilakukan, dengan maksud agar memperoleh gambaran data tentang realita sosial yang sebenarnya. Guru yang telah melakukan metode demonstrasi dan eksperimen di SMK As-Saabiq Singaparna Kabupaten Tasikmalaya sebanyak 44 orang. Hal ini dengan alasan bahwa metode pembelajaran demonstrasi dan eksperimen dapat meningkatkan prestasi siswa dalam pembelajaran. Tingkat keberhasilan peningkatan belajar siswa dengan metode demonstrasi dan eksperimen berdasarkan rata-rata yaitu sebesar 44%. Hasil ini dapat dibukti bahwa: Kompetisi dalam belajar meningkat, kemudian siswa berusaha untuk terus meningkatkan prestasi yang telah dicapainya.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectMetode Demonstrasi dan Eksperimenen_US
dc.subjectHasil Belajar Siswaen_US
dc.titleImplikasi Metode Demonstrasi dan Eksperimen terhadap Peningkatan Belajar Siswa ( Studi Kasus di SMK As-Saabiq Singaparna Kabupaten Tasikmalaya)en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM07913209


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record