• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Thesis
    • Master of Islamic Studies
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Thesis
    • Master of Islamic Studies
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Etos Kerja (Telaah Perbandingan Kapitalis dan Islam)

    Thumbnail
    View/Open
    980026.pdf (10.68Mb)
    Date
    2000
    Author
    Hamnah, Nur
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Dewasa ini, kebanyakan negara-negara yang berpenduduk Muslim termasuk ke dalam kategori negara-negara sedang berkembang (baca: miskin). Sedang negara-negara yang penduduknya mayoritas non muslim yang notabenenya kapitalis termasuk ke dalam kelompok negara-negara maju dan kaya. Hal ini tentunya berhubungan dengan tingkat etos kerja masyarakat di negara tersebut. Berdasarkan fenomena di atas, dengan mengacu kepada tesis Max Weber yang mencetuskan bahwa ada hubungan antara ajaran agama dengan etos kerja dan perilaku ekonomi, penulis tertarik untuk meneliti dan mengkaji ulang tentang konsep dasar etos kerja Islam dan kapitalis serta mengadakan studi komperatif untuk mencari relevansi dan perbedaan di antara keduanya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ternyata etos kerja kapitalis dan Islam bersumber pada agama. Etos kerja kapitalis mengacu pada etika Calvinisme yang merupakan sekte Protestan, sedangkan etos kerja Islam mengacu pada ajaran Islam yang bersumber dari Al-Qur’an dan Hadits. Baik etos kerja kapitalis maupun etos kerja Islam sama memposisikan agama sebagai faktor yang sangat menentukan dalam membentuk watak dan perilaku manusia, terutama berkaitan dengan perilaku ekonomi. Adapun perbedaan yang fundamental antara etos kerja kapitalis dengan etos kerja Islam terletak pada masalah etika. Islam tidak mengajarkan harta kekayaan sebagai tanda penyelamatan karena Islam menolak gagasan tentang takdir sebagaimana dipersepsikan Calvinisme. Etos kerja kapitalis membenarkan adanya upah eksploitatif untuk menjamin ketinggian produktivitas serta menekankan pelayanan yang penuh ketaatan dan rajin bagi para majikan sebagai jalan keselamatan bagi kaum buruh. Sebaliknya Islam tidak mengenal eksploitasi terhadap kaum miskin oleh kelompok orang kaya dan tidak membenarkan memiliki investasi tanpa batas dengan tidak mempertimbangkan konsekuensi sosial dari tindakan-tindakannya. Implikasi yang penting dari hasil penelitian ini adalah perlunya upaya untuk meningkatkan pemahaman terhadap ajaran-ajaran agama Islam sehingga tercapainya peningkatan etos kerja dikalangan negara-negara Islam yang selama ini terbelakang dan miskin.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/123456789/60821
    Collections
    • Master of Islamic Studies [1680]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV